Kuala Kapuas BarselOne,-Pemerintah Kabupaten Kapuas kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bupati Kapuas HM Wiyatno menyalurkan sebanyak 15.150 paket bantuan pangan bagi warga terdampak karhutla di lima kecamatan di Kabupaten Kapuas, Sabtu 7 November 2026 .

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara simbolis di halaman Kantor Kecamatan Kapuas Kuala. Acara itu dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I. Sangkai, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas, unsur Forkopimcam, kepala desa, serta ratusan warga penerima bantuan.
Bantuan pangan yang disalurkan kali ini bersumber dari dua pihak, yakni Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintah Kabupaten Kapuas. Rinciannya, 10.000 paket bantuan berasal dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, sedangkan 5.150 paket lainnya berasal dari Pemerintah Kabupaten Kapuas.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Kapuas HM Wiyatno bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, yakni Sekretaris Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah, Fritno.
Dalam sambutannya, Bupati Kapuas HM Wiyatno menyampaikan bahwa penyaluran bantuan pangan ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah kepada masyarakat yang terdampak karhutla, sekaligus upaya untuk membantu meringankan beban masyarakat.
“Kami hadir di sini untuk memastikan masyarakat yang terdampak karhutla tidak berjalan sendiri. Pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten, terus berupaya hadir dan memberikan perhatian. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi kami berharap dapat meringankan beban bapak-ibu semua,” ujar Wiyatno di hadapan warga.
Wiyatno juga menjelaskan, karhutla yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat akibat kabut asap, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian warga. Banyak warga yang tidak bisa bekerja secara maksimal, lahan pertanian terganggu, hingga aktivitas sehari-hari ikut terhambat.
Karena itu, menurutnya, bantuan pangan ini menjadi salah satu langkah cepat pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah situasi darurat tersebut.
“Kita tahu asap sangat mengganggu. Anak-anak sekolah terganggu, warga yang bekerja di luar rumah juga terganggu. Pemerintah tidak tinggal diam. Selain bantuan pangan ini, kita juga terus melakukan upaya pemadaman dan pencegahan agar karhutla tidak semakin meluas,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah, Fritno, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota yang terdampak karhutla untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Menurut Fritno, 10.000 paket bantuan dari provinsi ini merupakan bagian dari komitmen Gubernur Kalimantan Tengah untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana karhutla di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, termasuk di Kabupaten Kapuas yang menjadi salah satu daerah terdampak cukup signifikan.
“Kami berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Pemerintah provinsi akan terus memantau dan mendukung upaya penanganan karhutla di Kabupaten Kapuas, baik dari sisi bantuan pangan, kesehatan, maupun upaya pemadaman,” kata Fritno.
Adapun lima kecamatan yang menjadi sasaran penyaluran bantuan tersebut merupakan wilayah yang dinilai paling terdampak karhutla, baik dari sisi luas lahan yang terbakar, jumlah warga yang terpapar asap, maupun dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan.
Pemerintah Kabupaten Kapuas memastikan proses pendistribusian bantuan dilakukan secara transparan dan tepat sasaran. Data penerima bantuan dihimpun melalui pemerintah kecamatan dan desa, dengan melibatkan aparat setempat agar bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.
Selain menyerahkan bantuan secara simbolis, Bupati Wiyatno juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga. Dalam dialog tersebut, sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait kondisi asap yang masih terasa, kesulitan mendapatkan air bersih, hingga kekhawatiran terhadap lahan pertanian mereka.
Menanggapi hal tersebut, Wiyatno meminta kepada seluruh OPD terkait, khususnya BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas Ketahanan Pangan, untuk terus siaga dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat selama masa penanganan karhutla.
“Kepada seluruh camat dan kepala desa, saya minta data warga terdampak terus diperbarui. Jangan sampai ada warga yang benar-benar membutuhkan tetapi tidak terdata. Kita harus pastikan tidak ada yang tertinggal,” tegasnya.
Wiyatno juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, pencegahan jauh lebih penting daripada pemadaman, karena karhutla tidak hanya merugikan masyarakat setempat, tetapi juga daerah lain bahkan provinsi tetangga.
“Mari kita sama-sama jaga. Jangan ada lagi yang membuka lahan dengan membakar. Kalau kita menjaga bersama, kita bisa mencegah bencana ini terulang,” ajaknya.
Kegiatan penyaluran bantuan ini pun disambut antusias oleh warga. Salah seorang warga penerima bantuan mengaku sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya bantuan pangan tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan pemerintah provinsi. Bantuan ini sangat membantu kami, apalagi di saat asap seperti ini kami susah bekerja. Semoga karhutla ini cepat berakhir,” ucapnya.
Di akhir kegiatan, Bupati Kapuas bersama rombongan juga memastikan seluruh paket bantuan yang telah disiapkan dapat segera didistribusikan ke lima kecamatan sasaran, agar dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kapuas menegaskan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan karhutla dan kesiapsiagaan penanganan bencana, termasuk melalui sinergi dengan TNI, Polri, Manggala Agni, serta masyarakat peduli api.
Dengan adanya bantuan 15.150 paket pangan ini, diharapkan beban masyarakat terdampak karhutla di Kabupaten Kapuas dapat berkurang, sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah kesulitan masyarakat ( Ary Mampas)
