Kuala Kapuas BarselOne,-Bupati Kapuas, HM Wiyatno, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I. Sangkai, melaksanakan kunjungan kerja ke Rice Milling Unit (RMU) Tarli Berkah Abadi di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, Selasa 3 November 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperoleh referensi dan melakukan observasi secara langsung terhadap pengelolaan serta pengembangan fasilitas penggilingan padi modern yang nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan RMU di Kabupaten Kapuas.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Kapuas bersama rombongan berkesempatan melihat secara langsung proses operasional RMU, mulai dari tahapan pengolahan gabah hingga menjadi beras, termasuk sistem pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas pendukungnya.
Rombongan disambut langsung oleh pengelola RMU Tarli Berkah Abadi. Dalam pertemuan tersebut, pihak pengelola memaparkan secara detail mulai dari kapasitas produksi, teknologi mesin yang digunakan, alur pengolahan gabah, sistem pengeringan, hingga cara menjaga kualitas beras agar tetap baik dan memiliki nilai jual tinggi.
Bupati Kapuas HM Wiyatno menyampaikan, Kabupaten Kapuas memiliki potensi pertanian yang sangat besar, khususnya sebagai salah satu lumbung padi di Kalimantan Tengah. Namun, menurutnya, potensi tersebut harus didukung dengan fasilitas pengolahan yang modern agar hasil panen petani tidak hanya dijual dalam bentuk gabah, tetapi bisa diolah menjadi beras berkualitas dengan nilai tambah yang lebih besar.
“Kapuas ini daerah pertanian. Petani kita banyak, lahan kita luas. Kalau kita hanya menjual gabah, nilainya kecil. Tapi kalau kita punya RMU yang modern, petani kita bisa lebih sejahtera karena hasil panennya bisa diolah, dikemas, dan dijual dengan harga yang lebih baik,” ujar Wiyatno.
Wiyatno juga menekankan, kunjungan ke Demak ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi merupakan langkah serius Pemkab Kapuas untuk belajar dari daerah yang sudah lebih dulu berhasil mengembangkan RMU modern.
“Kita datang ke sini untuk belajar. Kita lihat langsung bagaimana mereka mengelola, bagaimana teknologinya, bagaimana mereka menjaga kualitas, dan bagaimana mereka memasarkan berasnya. Semua ini akan kita jadikan bahan pertimbangan untuk membangun RMU di Kapuas,” tambahnya.
Menurutnya, keberadaan RMU yang dikelola dengan baik akan membawa banyak manfaat bagi daerah. Selain meningkatkan kesejahteraan petani, RMU juga dapat membuka lapangan kerja baru, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Kapuas.
“Kalau RMU kita berjalan dengan baik, petani tidak perlu lagi bingung mau jual gabah ke mana. Gabah mereka bisa ditampung, diolah di daerah kita sendiri, dan berasnya bisa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kapuas, bahkan bisa dijual ke luar daerah,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I. Sangkai, menyampaikan bahwa hasil observasi di RMU Tarli Berkah Abadi ini akan segera ditindaklanjuti dengan kajian teknis dan perencanaan yang matang.
“Kita akan pelajari skema pengelolaan, kebutuhan anggaran, lahan, hingga pola kemitraan dengan petani. Jangan sampai kita membangun tapi tidak berjalan. Kita ingin RMU di Kapuas ini benar-benar berjalan dan bermanfaat,” kata Usis.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga melihat langsung berbagai fasilitas pendukung RMU, seperti gudang penyimpanan gabah, mesin pengering, mesin penggiling, mesin penyortir beras, hingga ruang pengemasan. Rombongan juga berdialog dengan para pekerja dan pengelola terkait kendala yang dihadapi serta kiat-kiat dalam menjaga keberlanjutan usaha RMU.
Pengelola RMU Tarli Berkah Abadi menyampaikan, kunci keberhasilan RMU terletak pada tiga hal utama, yakni kualitas gabah yang baik, teknologi pengolahan yang tepat, dan manajemen yang profesional serta kemitraan yang kuat dengan petani.
“Mudah-mudahan apa yang kami sampaikan hari ini bisa bermanfaat bagi Kabupaten Kapuas. Kami siap berbagi pengalaman,” ujar pengelola RMU.
Di akhir kunjungan, Bupati Kapuas menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak RMU Tarli Berkah Abadi dan Pemerintah Kabupaten Demak yang telah menerima rombongan Pemkab Kapuas dengan baik.
“Kami sangat berterima kasih atas sambutan dan ilmu yang dibagikan. Semoga silaturahmi ini terus terjalin, dan ke depan Kapuas bisa memiliki RMU modern seperti di Demak ini,” tutup Wiyatno.
Pemerintah Kabupaten Kapuas menegaskan akan terus berupaya meningkatkan sektor pertanian melalui berbagai program, termasuk pengembangan RMU, modernisasi alat pertanian, serta penguatan kemitraan dengan petani, agar Kabupaten Kapuas dapat menjadi daerah yang mandiri pangan dan sejahtera (Ary Mampas)
