Kuala Kapuas BarselOne,-Kabar baik datang untuk petani di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Sebanyak 100 unit traktor roda dua (TR2) bantuan dari Kementerian Pertanian resmi disalurkan kepada brigade pangan dan kelompok tani di daerah ini.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, di halaman Dinas Pertanian Kapuas, Jumat. Penyerahan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian.
“Bantuan ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan sektor pertanian, khususnya melalui modernisasi pertanian serta percepatan pengolahan lahan dan penanaman padi,” kata Bupati Wiyatno.
Ratusan traktor itu tidak dibagikan secara asal. Sebanyak 100 unit TR2 tersebut dialokasikan kepada 94 kelompok penerima yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Kapuas. Dengan pola penyebaran ini, diharapkan manfaat alsintan bisa dirasakan merata, bukan hanya terpusat di satu wilayah saja.
Menurut Bupati Wiyatno, penggunaan teknologi dan alat mesin pertanian modern menjadi kunci untuk membuat kerja petani lebih efisien. Selama ini, pengolahan lahan secara manual membutuhkan waktu lama dan tenaga besar. Dengan traktor, proses pengolahan lahan diharapkan bisa berlangsung lebih cepat, sehingga kegiatan penanaman dapat dilakukan secara optimal dan tepat waktu.
“Untuk itu, kita sangat bersyukur dan menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas dukungan dan alokasi bantuan alsintan bagi brigade pangan dan kelompok tani di Kabupaten Kapuas,” ujarnya.
Ia pun berpesan agar seluruh kelompok penerima benar-benar memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal. Traktor diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan efisiensi waktu dan biaya pengolahan lahan, mempercepat persiapan tanam, serta mendukung peningkatan produksi padi di Kapuas.
Tidak hanya soal pemanfaatan, Bupati Wiyatno juga menekankan pentingnya perawatan. Ia meminta agar seluruh bantuan yang diberikan dapat dijaga dan dirawat dengan baik karena merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Lakukan perawatan secara berkala agar usia pakai peralatan ini lebih panjang dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh seluruh anggota kelompok,” pesannya.
Kegiatan penyerahan bantuan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kapuas, Usis I. Sangkai, Kepala Dinas PUPR Kapuas Hargatin, serta perwakilan brigade pangan dan kelompok tani penerima bantuan. Kehadiran jajaran Pemkab ini menunjukkan dukungan penuh terhadap program modernisasi pertanian di Kapuas.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Edi Dese, menjelaskan bahwa Kabupaten Kapuas merupakan salah satu lumbung pangan di Kalimantan Tengah. Terdapat 12 kecamatan pasang surut yang menjadi lokasi pengembangan tanaman padi dengan luas baku lahan sawah mencapai sekitar 45 ribu hektare.
“Dari 12 kecamatan pasang surut tersebut, terdapat empat kecamatan yang menjadi sentra produksi pangan, di mana hampir 50 persen luas baku lahan sawah berada di empat kecamatan ini,” jelasnya.
Empat kecamatan yang menjadi sentra produksi pangan tersebut yakni Kecamatan Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur, dan Kapuas Timur. Di wilayah inilah sebagian besar produksi padi Kapuas dihasilkan.
Melalui dukungan alsintan ini, Pemkab Kapuas berharap modernisasi pertanian dapat semakin berkembang, proses pengolahan lahan dan penanaman semakin cepat, serta produktivitas pertanian terus meningkat.
Dengan demikian, sektor pertanian diharapkan tidak hanya mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan para petani di Kabupaten Kapuas ( Rubiadi.H.T )
