Kuala Kapuas BarselOne,-Kunjungan kerja menjadi salah satu cara paling efektif bagi Pemerintah Kabupaten Kapuas untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus melihat secara langsung kondisi dan perkembangan wilayah pedesaan. Tidak cukup hanya mendengar laporan dari balik meja, pemerintah harus turun langsung, mendengar langsung, dan melihat langsung apa yang dirasakan warga.

Hal itulah yang dilakukan Bupati Kapuas, H. M. Wiyatno, bersama Sekretaris Daerah Usis I. Sangkai dan sejumlah kepala perangkat daerah saat melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Menteng Karya, Kecamatan Dadahup, Jumat 6 November 2026 Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan Safari Jumat di Masjid Baiturrahman serta silaturahmi bersama masyarakat setempat.
Sejak pagi, suasana Desa Menteng Karya tampak berbeda. Warga menyambut kedatangan rombongan Bupati dengan penuh antusias. Masjid Baiturrahman menjadi pusat kegiatan, tempat warga berkumpul, melaksanakan salat Jumat bersama, sekaligus menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada pemimpin daerahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kapuas menyampaikan bahwa Desa Menteng Karya dan Dadahup Raya merupakan wilayah yang memiliki potensi besar, baik dari sisi kesuburan tanah maupun letak geografis yang relatif dekat dengan pusat kecamatan dan perkotaan. Potensi ini, menurut Bupati, seharusnya bisa menjadi modal kuat untuk mempercepat pemerataan pembangunan.
“Desa Menteng Karya ini tanahnya subur, lokasinya strategis, dekat dengan pusat kecamatan dan perkotaan. Potensinya besar sekali. Tinggal bagaimana kita mengelolanya bersama, agar pembangunan bisa dirasakan merata oleh seluruh masyarakat,” ujar Bupati Wiyatno.
Namun, menurutnya, kondisi infrastruktur dan penataan wilayah masih memerlukan perhatian lebih dari pemerintah daerah. Masih ada jalan yang perlu diperbaiki, masih ada drainase yang perlu dibenahi, masih ada fasilitas umum yang perlu ditingkatkan, dan masih ada penataan lingkungan yang perlu diperkuat agar desa semakin nyaman, aman, dan produktif.
Bupati menegaskan, kunjungan kerja seperti ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di kota, tetapi juga menyentuh desa-desa. Pemerataan pembangunan menjadi prioritas, karena warga desa memiliki hak yang sama untuk menikmati jalan yang baik, air bersih yang layak, penerangan yang memadai, layanan kesehatan yang dekat, dan layanan pendidikan yang berkualitas.
“Kami datang ke sini bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan warga. Apa yang disampaikan masyarakat hari ini akan menjadi bahan evaluasi kami untuk perencanaan pembangunan ke depan,” tegasnya.
Dalam dialog bersama warga, berbagai aspirasi disampaikan. Mulai dari harapan perbaikan jalan desa dan jalan usaha tani, peningkatan sarana air bersih, perbaikan fasilitas ibadah, hingga dukungan bagi petani dan pelaku UMKM di desa. Semua aspirasi tersebut dicatat oleh jajaran perangkat daerah yang turut hadir, untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan dan kemampuan anggaran daerah.
Sekda Kapuas, Usis I. Sangkai, yang turut mendampingi Bupati, menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa. Menurutnya, pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang direncanakan bersama, dilaksanakan bersama, dan diawasi bersama.
“Pemerintah desa adalah ujung tombak. Karena itu, sinergi antara kabupaten, kecamatan, dan desa harus terus diperkuat. Apa yang menjadi prioritas desa harus sejalan dengan program pembangunan kabupaten, agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Usis.
Sementara itu, para kepala perangkat daerah yang hadir juga diminta untuk tidak hanya mencatat, tetapi juga memberikan solusi cepat atas persoalan-persoalan yang bisa segera ditangani. Untuk persoalan yang membutuhkan perencanaan jangka panjang, akan dimasukkan dalam program prioritas pembangunan daerah.
Bupati Wiyatno juga mengajak masyarakat Desa Menteng Karya untuk terus menjaga persatuan, menjaga kebersihan lingkungan, dan ikut berperan aktif dalam pembangunan desa. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pembangunan akan berjalan lebih cepat jika masyarakat ikut bergotong royong, ikut mengawasi, dan ikut menjaga hasil pembangunan yang sudah ada.
“Jaga jalan yang sudah dibangun, jaga fasilitas yang sudah ada, jaga masjid dan lingkungan kita. Pembangunan itu bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita bersama,” pesannya.
Kegiatan Safari Jumat di Masjid Baiturrahman pun menjadi momentum spiritual yang sangat bermakna. Selain mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan melalui pendekatan keagamaan, yakni pentingnya kejujuran, kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong.
Warga Desa Menteng Karya menyambut baik kunjungan tersebut. Mereka merasa diperhatikan dan merasa suaranya didengar langsung oleh Bupati. Banyak warga berharap, setelah kunjungan ini, akan ada tindak lanjut nyata, terutama dalam hal perbaikan infrastruktur jalan, penataan wilayah, dan pemerataan pembangunan di Kecamatan Dadahup.
Bagi Pemkab Kapuas, Desa Menteng Karya adalah gambaran dari banyak desa lain yang memiliki potensi besar, namun masih membutuhkan sentuhan pembangunan yang lebih merata. Jika infrastruktur diperbaiki, akses dipermudah, dan penataan wilayah diperkuat, maka potensi kesuburan tanah dan posisi geografis yang strategis itu akan berubah menjadi kesejahteraan yang nyata bagi warga.
Kunjungan kerja ini pun ditutup dengan silaturahmi hangat bersama masyarakat, foto bersama, dan dialog santai yang penuh keakraban. Bupati bersama rombongan berjanji akan terus melakukan kunjungan serupa ke desa-desa lain di Kabupaten Kapuas, agar tidak ada desa yang tertinggal dalam pembangunan.
Dari Desa Menteng Karya, pesan itu menjadi jelas: pembangunan harus merata, infrastruktur harus diperbaiki, dan pemerintah harus selalu hadir di tengah masyarakat. Karena dari desalah, kekuatan Kabupaten Kapuas sesungguhnya dibangun ( Rubiadi. H.T )
