Buntok BarselOne – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia. Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor dinas tersebut mendapat sambutan antusias dari warga yang berburu bahan pokok murah.

Gerakan Pangan Murah tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Barito Selatan, Khristianto Yudha, ST., MT.
Dalam sambutannya, Wabup menegaskan bahwa GPM bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan dan menekan lonjakan harga di pasaran.
“Ini adalah upaya konkret kita untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat. Apalagi saat ini kita juga dihadapkan dengan kabut asap akibat karhutla yang berdampak pada aktivitas warga,” ucap Khristianto Yudha.
Ia berharap bantuan pangan murah ini benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh warga Barsel yang paling membutuhkan.
“Kami ingin memastikan, tidak ada satu pun warga Barito Selatan yang kesulitan mendapatkan pangan berkualitas dengan harga yang masih terjangkau,” tegasnya.
Pada pelaksanaan GPM tersebut, berbagai komoditas kebutuhan pokok dijual di bawah harga pasar. Mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, hingga cabai tersedia dengan harga miring.
Wabup Kristianto Yudha juga mendorong agar program serupa tidak hanya berhenti di Kota Buntok, namun dapat rutin digelar hingga ke tingkat kecamatan. Tujuannya agar manfaatnya merata, terutama bagi masyarakat di pelosok desa.
Di tengah kegiatan yang masih diselimuti kabut asap tipis, Wabup tak lupa menyampaikan pesan penting terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Ia mengimbau keras kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
“Saya minta dengan sangat, jangan membakar hutan dan lahan dalam bentuk apapun. Di musim kemarau seperti ini, satu percikan api kecil saja dampaknya bisa sangat luas, merusak kesehatan dan lingkungan kita,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan warga untuk tetap waspada dengan selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, serta menjaga kesehatan keluarga terutama anak-anak dan para lansia.
Menurutnya, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD dan tim Manggala Agni terus berjibaku melakukan upaya pemadaman dan pencegahan karhutla di lapangan.
Menutup sambutannya, Khristianto Yudha mengajak seluruh masyarakat Barito Selatan untuk berdoa bersama agar musibah karhutla dan kabut asap segera berakhir.
“Mari kita berdoa bersama, semoga musibah kabut asap dan karhutla ini cepat berlalu, Barito Selatan kembali cerah dan aktivitas masyarakat bisa normal kembali. Dengan kebersamaan dan gotong royong, kita pasti bisa menjaga ketahanan pangan di daerah kita,” pungkasnya ( Ary Mampas)
