Buntok BarselOne,-Warga Buntok, Kabupaten Barito Selatan, resah. Pasalnya, aksi kejar-kejaran dan kebut-kebutan yang diduga balapan liar sering terjadi pada malam hari di sejumlah ruas jalan utama Kota Buntok.
Aksi tersebut tidak hanya membahayakan para pelaku balapan liar itu sendiri, tetapi juga membahayakan pengguna jalan lainnya serta sangat mengganggu ketenangan warga yang sedang beristirahat.

Salah satu warga Buntok, Budi Haris, kepada BarselOne, Sabtu 7 November 2026, menjelaskan bahwa aksi balapan liar pada malam hari ini sudah sangat meresahkan warga.
Menurut Budi Haris, aksi balapan liar tersebut disinyalir sering terjadi pada malam hari di sekitar Jalan Pelita Raya, seputaran Lampu Merah Pelita Raya, hingga Jalan Pahlawan.
“Kalau malam, terutama malam Minggu, itu sudah mulai ramai. Mereka kejar-kejaran, kebut-kebutan di Jalan Pelita Raya, di Lampu Merah, sampai ke Jalan Pahlawan. Kita warga ini resah, takut, apalagi kalau ada anak-anak atau orang tua yang lewat,” ujar Budi Haris.
Yang paling menyakitkan telinga, kata Budi Haris, adalah suara motor mereka yang sangat nyaring. Para pelaku balapan liar tersebut diduga sengaja memasang knalpot motor yang bukan standar, atau yang biasa disebut knalpot brong, sehingga suaranya menjadi sangat bising dan memekakkan telinga.
“Yang paling menyakitkan telinga itu suara motornya. Nyaring sekali. Mereka sengaja pasang knalpot yang bukan standar, jadi suaranya itu memekakkan telinga, apalagi kalau malam, saat warga sedang tidur, tiba-tiba ada suara motor meraung-raung lewat. Kaget kita,” ungkapnya.
Budi Haris menjelaskan, tidak heran kalau warga marah oleh aksi mereka. Suara knalpot brong yang sangat bising itu tidak hanya mengganggu warga yang sedang beristirahat, tetapi juga mengganggu warga yang sedang sakit, bayi, anak-anak, hingga orang lanjut usia yang membutuhkan ketenangan.
“Bayangkan, ada orang sakit, ada bayi yang baru tidur, tiba-tiba kaget karena suara motor yang sangat nyaring itu. Warga ini sudah banyak yang mengeluh, tapi mereka tetap saja balapan,” tambahnya.
Selain soal suara bising, Budi Haris juga menyoroti soal keselamatan. Menurutnya, aksi kejar-kejaran dan kebut-kebutan di jalan umum sangat berbahaya. Jalan Pelita Raya dan Jalan Pahlawan merupakan jalan utama yang setiap saat dilalui warga. Jika terjadi kecelakaan, bukan hanya pelaku yang menjadi korban, tetapi juga pengendara lain yang tidak bersalah bisa ikut menjadi korban.
“Banyak pengendara lain yang terkejut bila saat berkendara tiba-tiba disalip dengan kecepatan tinggi oleh rombongan motor balapan liar itu. Kita yang naik motor pelan-pelan saja kaget, apalagi kalau mereka lewat dengan kecepatan tinggi sambil kebut-kebutan. Itu sangat membahayakan,” tegasnya.
Budi Haris juga mengaku sering melihat aksi balapan liar tersebut dilakukan secara berkelompok. Mereka biasanya berkumpul di suatu titik, kemudian secara bergantian melakukan aksi kebut-kebutan dan kejar-kejaran di ruas jalan yang sepi pada malam hari.
“Mereka itu berkelompok. Ada yang nonton, ada yang ikut balapan. Kalau sudah ramai, jalan itu seperti milik mereka sendiri. Padahal jalan itu jalan umum, bukan sirkuit balapan,” katanya.
Atas kondisi tersebut, Budi Haris berharap agar pihak aparat segera bertindak menertibkan aksi balapan liar tersebut. Ia meminta aparat kepolisian, khususnya Satlantas Polres Barito Selatan, untuk meningkatkan patroli dan penertiban pada malam hari di titik-titik yang sering dijadikan arena balapan liar.
“Kami berharap pihak aparat segera bertindak, menertibkan mereka. Jangan sampai menunggu ada korban dulu baru bertindak. Kalau bisa, setiap malam ada patroli di Jalan Pelita Raya, di Lampu Merah, dan di Jalan Pahlawan. Dan tolong juga knalpot brong itu ditertibkan, karena itu sumber kebisingannya,” harap Budi Haris.
Menurutnya, penertiban harus dilakukan secara tegas dan berkelanjutan, bukan hanya sesaat. Sebab, selama ini aksi balapan liar tersebut seolah tidak pernah berhenti dan selalu berulang, terutama pada malam akhir pekan.
“Kalau hanya ditertibkan sekali, besoknya mereka balapan lagi. Harus rutin, harus tegas. Kita warga ini mendukung penuh aparat kalau mau menertibkan balapan liar ini,” ujarnya.
Budi Haris juga mengajak para orang tua untuk ikut mengawasi anak-anaknya. Ia meminta orang tua agar tidak membiarkan anak-anaknya keluar malam dengan motor berknalpot brong dan ikut dalam aksi balapan liar.
“Kepada orang tua, tolong awasi anak-anaknya. Jangan biarkan anak kita ikut-ikutan balapan liar. Itu sangat berbahaya, bisa menghilangkan nyawa. Lebih baik anak kita di rumah, belajar, atau kegiatan positif lainnya,” pesannya.
Ia juga mengajak para remaja dan pemuda di Buntok untuk menyalurkan hobi balapnya di tempat yang resmi dan aman, bukan di jalan umum yang membahayakan banyak orang.
“Kalau memang hobi balapan, salurkan di tempat yang resmi, di sirkuit. Jangan di jalan umum. Di jalan umum itu banyak orang, banyak pengguna jalan lain. Kasihan warga yang terganggu dan terancam keselamatannya,” ajaknya.
Sementara itu, warga lainnya di sekitar Jalan Pelita Raya juga mengaku merasakan hal yang sama. Mereka berharap Pemkab Barito Selatan bersama aparat kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama mencari solusi agar aksi balapan liar di Buntok dapat dihentikan.
Warga berharap Buntok kembali tenang pada malam hari, tanpa suara knalpot brong yang memekakkan telinga, tanpa aksi kebut-kebutan yang membahayakan, dan tanpa rasa takut saat berkendara pada malam hari.
“Kami hanya ingin Buntok ini aman dan tenang. Malam hari kami bisa istirahat dengan tenang, dan saat berkendara kami tidak takut lagi disalip motor balapan liar,” tutup Budi Haris ( Ary Mampas)
