
Buntok – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Selatan menanggapi dan merespon cepat adanya banjir akibat genangan air hujan di beberapa titik khususnya dalam kota Buntok, seperti yang terjadi pada Minggu malam, 5 April 2026, saat hujan dengan intensitas tinggi turun. Seperti aspirasi masyarakat yang disuara Anggota DPRD Barsel H. Raden Sudarto.
Pihak Dinas PUPR Barsel langsung melakukan tindakan pasca banjir genangan air hujan tersebut. Dinas PUPR langsung turun ke lapangan untuk melakukan survei bahkan langsung melakukan tindakan supaya tidak terjadi lagi banjir genangan air di saat hujan turun.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Barito Selatan Dr. Ita Minarni, ST MT melalui Kabid Bina Marga Ir. Rio Irakama Narang, ST MT kepada wartawan ini ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu 8 April 2026 mengatakan, banjir lantaran genangan air hujan tersebut karena banyak drainase yang tersumbat bahkan buntu akibat sampah dan tanah lumpur. Oleh karena itu pihaknya langsung melakukan pembersihan.
Dimana pada tahun 2026 ini, anggaran secara spesifik untuk pembersihan atau pemeliharaan drainase tidak ada, hanya ada anggaran pemeliharaan jalan sebesar Rp. 2,88 miliar. Karena drainase bagian dari jalan, maka sebagian dana tersebut dapat digunakan.
“Maka dari itu kami langsung melakukan survei dan pembersihan atau pemeliharaan. Kendalanya adalah di dalam drainase tersebut ada pipa pipa PDAM dan juga kabel-kabel, sehingga cukup menyulitkan.
Semua itu ada master plannya, hanya saja di daerah yang tergenang tersebut memang posisi tanahnya lebih rendah daripada tanah yang lain, sehingga cukup sulit untuk mengeringkan.
Sementara dana yang tersedia hanya untuk pemeliharaan. Maka dari itu dilakukanlah pembersihan terlebih dahulu.
Untuk jangka panjang, maka perlu dibuat rancangan desain drainase kota Buntok, sehingga air tersebut dapat mengalir dengan baik dan tentu itu memerlukan anggaran yang cukup besar, guna perbaikan drainase.
Namun kalau untuk penanganan sementara yang dapat dilakukan yakni dengan pembersihan sampah-sampah dan pengangkatan atau pengeruk tanah lumpur dari dalam parit”, ujar Rio.
Dikatakannya, tim sudah bekerja melakukan survei, kemudian dilanjutkan dengan pengangkatan atau pembuangan sampah sampah yang tersangkut dan pengangkatan lumpur pada drainase tersebut dan kebanyakan yang menutupi drainase tersebut adalah lumpur bercampur pasir.
Pembersihan dilaksanakan oleh tim swakelola menggunakan dana rutin pemeliharaan jalan. Kemudian drainase yang buntu akan dicarikan solusinya bagaimana mengatasinya.
“Penanganan pertama dilakukan survei, kemudian dilakukan pembersihan dari sampah-sampah, selanjutnya dilakukan pengangkatan lumpur tanah pasir. Itu yang bisa dilakukan dengan dana atau anggaran yang tersedia. Belum bisa melakukan perbaikan dan pembenahan drainase secara menyeluruh”, tutup Rio.
Sementara itu Kabid Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman Dinas PUPR Barito Selatan Ir. Kusrnardi Noor Cahyono, ST MT mengatakan, untuk parit yang berada di lingkungan permikiman, pihaknya begitu ada laporan genangan air hujan langsung melakukan tindakan atau pembersihan guna melakukan normalisasi.
Seperti beberapa waktu lalu ada laporan masyarakat, pihaknya langsung melakukan normalisasi. (AM)


