Buntok BarselOne,-Di tengah situasi ekonomi yang masih menuntut kehati-hatian, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) memilih untuk tidak menunggu. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), pemerintah daerah memastikan cadangan pangan yang disiapkan benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.

Hingga akhir Oktober 2026, sebanyak 14.655 kilogram beras dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Tahun 2026 telah disalurkan kepada masyarakat di 6 kecamatan yang ada di Kabupaten Barito Selatan.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala DKPP Barsel, Ida Safitri, SP., MM., didampingi Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Raden Nino, saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin 2 November 2026.
Dengan nada tenang namun tegas, Ida menjelaskan bahwa penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus hadir di saat masyarakat dalam kondisi sulit.
Sejak awal tahun, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan telah menyiapkan Cadangan Pangan Pemerintah sebanyak 20.000 kilogram beras SPHP. Seluruh stok tersebut dititipkan dan disimpan di gudang Bulog agar kualitasnya tetap terjaga dan mudah didistribusikan saat dibutuhkan.
“Dari stok kita 20.000 kilogram itu, di gudang Bulog sampai dengan 31 Oktober ini sudah direalisasikan sebanyak 14.655 kilogram yang kita salurkan pada masyarakat di 6 kecamatan yang ada di Barsel,” ujar Ida Safitri.
Artinya, lebih dari 73 persen cadangan pangan yang disiapkan telah bergerak keluar dari gudang dan berubah menjadi bantuan nyata di dapur-dapur warga.
Penyaluran tersebut tidak dilakukan secara serentak tanpa dasar. Setiap kecamatan mendapatkan alokasi berdasarkan kebutuhan, laporan dari perangkat desa, serta kondisi lapangan yang disampaikan oleh perangkat kecamatan masing-masing.
Ida menerangkan, per 2 November 2026, sisa stok yang masih tersedia sebanyak 5.345 kilogram. Jumlah tersebut sengaja dipertahankan dan tidak langsung dihabiskan.
Stok itu akan menjadi cadangan strategis apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk penanganan bencana atau keperluan mendesak lainnya. Barito Selatan yang rawan banjir dan kondisi darurat lainnya, menurut Ida, harus selalu memiliki stok yang siap digerakkan dalam hitungan jam.
“Cadangan ini adalah payung pengaman. Kita berharap tidak terjadi bencana, tetapi kalau terjadi, kita tidak boleh kehabisan. Karena itu sisa ini kita pertahankan,” jelasnya.
Kebijakan ini sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berpikir untuk hari ini, tetapi juga menyiapkan antisipasi untuk esok hari.
Dalam wawancara tersebut, Ida juga menekankan satu hal yang menurutnya jauh lebih penting dari sekadar angka: ketepatan sasaran.
Ia berharap bantuan yang disalurkan tersebut benar-benar tepat sasaran dan tidak tumpang tindih. Untuk itu, penyaluran dilakukan berdasarkan data yang diperoleh dari perangkat desa maupun perangkat kecamatan di wilayah masing-masing.
DKPP tidak ingin ada warga yang menerima dua kali sementara warga lain yang lebih membutuhkan justru tidak mendapatkan sama sekali. Karena itu, verifikasi berlapis dilakukan dengan melibatkan pemerintah desa dan kecamatan yang paling memahami kondisi warganya.
“Kami selalu berkoordinasi dengan desa dan kecamatan. Mereka yang tahu siapa yang paling membutuhkan. Kita di kabupaten hanya memastikan stoknya ada dan distribusinya berjalan,” kata Raden Nino menambahkan.
Pendekatan ini dinilai penting, karena bantuan pangan bukan hanya soal memberi, tetapi soal memastikan bantuan itu sampai kepada yang berhak dengan cara yang adil.
Di akhir perbincangan, Ida menyampaikan pesan yang cukup menyentuh. Ia menyadari nilai bantuan yang diberikan tidak besar jika dihitung secara nominal. Namun bagi masyarakat yang sedang kesulitan, kehadiran pemerintah jauh lebih berarti daripada sekadar jumlah kilogram beras.
“Semoga apa yang diberikan oleh Pemerintah Daerah ini bermanfaat bagi masyarakat, walaupun nilainya kecil namun bisa memaknai bahwa di dalam situasi sulit pun pemerintah daerah selalu hadir untuk masyarakatnya,” tutup Ida Safitri.
Kalimat itu menjadi penutup yang menggambarkan filosofi dari program CPPD itu sendiri. Cadangan pangan bukan sekadar tumpukan karung beras di gudang Bulog. Ia adalah simbol bahwa negara tidak absen saat rakyatnya membutuhkan.
Ke depan, DKPP Barsel memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap stok cadangan pangan dan memperbarui data penerima. Jika diperlukan, pemerintah daerah siap kembali menyalurkan sisa cadangan yang ada maupun menambah stok baru sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Barito Selatan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, menjaga stabilitas harga beras, serta melindungi kelompok masyarakat rentan dari gejolak ekonomi.
Bagi warga di 6 kecamatan yang telah menerima bantuan, 14.655 kilogram beras itu mungkin akan habis dalam beberapa minggu. Tetapi pesan yang ditinggalkan akan bertahan lebih lama: bahwa di Barito Selatan, pemerintah daerah berusaha untuk selalu hadir, bahkan ketika situasinya sulit sekalipun ( Ary Mampas)
