Buntok Pararapak BarselOne,-Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Barito Selatan dalam beberapa bulan terakhir mulai berdampak serius terhadap kehidupan warga. Di Desa Pararapak, Jutuh Kecamatan Dusun Selatan, sungai Jutuh yang menjadi sumber utama air warga mengering, sumur-sumur warga pun kering kerontang.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan bergerak cepat dengan menyalurkan air bersih langsung dari rumah ke rumah warga Pararapak, pada Minggu 1 November 2026.
Aksi kemanusiaan ini mendapat sambutan haru dari masyarakat. Pasalnya, sudah hampir dua bulan warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan minum, memasak, mandi dan mencuci.
Salah satu tokoh masyarakat Pararapak, Doni Damara yang juga Kepala BarselOne, mengaku sangat bersyukur atas perhatian khusus pemerintah daerah.
“Tak henti-hentinya kami menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri, Wakil Bupati Kristianto Yudha, dan Ibu Sekda Ita Minarni yang sangat perhatian khusus kepada warga kami yang memerlukan air untuk memenuhi kebutuhan kelangsungan hidup sehari-hari,” ujar Doni Damara kepada wartawan di Pararapak.
Menurut Doni, kondisi kemarau tahun ini merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya krisis air bersih, dampak kemarau juga merembet ke sektor ekonomi warga.
“Akibat kemarau panjang ini, selain hutan, kebun karet dan rotan warga juga terbakar. Padahal semuanya adalah tempat mereka beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup. Semua tidak bisa diharapkan lagi. Satu-satunya harapan kami hanya air bersih untuk bertahan hidup,” ungkapnya dengan nada prihatin.
Ia menjelaskan, Sungai Jutuh yang biasanya mengalir deras kini hanya menyisakan lumpur dan bebatuan. Sumur gali milik warga yang kedalamannya mencapai 8-10 meter pun sudah tidak mengeluarkan air sama sekali sejak pertengahan Juli lalu.
“Warga terpaksa harus berjalan sampai 2 kilometer untuk mengambil air di sungai besar, itupun airnya sudah keruh dan tidak layak konsumsi. Dengan adanya bantuan mobil tangki yang langsung mengantar ke rumah-rumah ini, sangat membantu terutama bagi warga lanjut usia dan ibu-ibu,” tambah Doni.
Pantauan di lapangan, armada tangki air yang disalurkan POL PP BPBD dan Dinas PUPR Barito Selatan hilir mudik sejak pagi menyisir permukiman padat penduduk Desa Pararapak,Jutuh Petugas dibantu aparat desa dan relawan membagikan air menggunakan selang langsung ke ember, jerigen dan tandon warga.
Langkah cepat Pemkab Barsel ini dinilai sebagai bentuk kehadiran negara di tengah kesulitan rakyat. Doni berharap penyaluran air bersih ini bisa dilakukan secara rutin hingga musim hujan tiba.
“Kami berharap bantuan ini tidak hanya hari ini saja, tapi bisa berkelanjutan seminggu dua kali sampai hujan turun. Karena kalau hanya mengandalkan sumur, kami tidak bisa bertahan,” harapnya.
Sementara itu, warga lainnya mengaku sangat terbantu. “Puji Tuhan, terima kasih Pak Bupati Eddy Raya. Air ini sangat berharga bagi kami,” ujar seorang ibu rumah tangga sambil menggendong jerigen.
Hingga berita ini diturunkan, Pemkab Barito Selatan melalui POL PP, DAMKAR,BPBD,PUPR menyatakan akan terus memonitor desa-desa lain yang mengalami krisis air serupa, khususnya di wilayah Dusun Selatan dan Karau Kuala yang juga dilaporkan mengalami kekeringan.
Pemerintah juga mengimbau warga untuk menghemat penggunaan air dan tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi kemarau yang sangat mudah terbakar ( Ary Mampas)

