Palangka Raya BarselOne,-Bursa pemilihan Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Tengah periode 2026-2031 mulai menghangat. Satu nama yang mencuat dan dinilai berpeluang besar adalah Ir. Endeh S. Hidik, CPM, CPA, CPArb.

Nama Endeh bukan orang baru di dunia organisasi dan pemberdayaan masyarakat adat Dayak. Rekam jejaknya yang panjang, nama baik, serta pengalaman di berbagai organisasi strategis membuatnya mendapat dukungan luas dari tokoh adat, Damang, hingga generasi muda Dayak.
Modal Kuat, Pengalaman & Integritas Ir. Endeh dikenal sebagai figur yang komplet. Selain sebagai Insinyur, ia juga menyandang gelar profesi CPM (Certified Professional Management), CPA (Certified Professional Auditor), dan CPArb (Certified Professional Arbitrator) yang menunjukkan kapasitasnya dalam manajemen organisasi, tata kelola keuangan yang transparan, dan kemampuan mediasi serta penyelesaian sengketa – keahlian yang sangat dibutuhkan untuk memimpin lembaga adat sebesar DAD Kalteng.
Selama ini ia aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan dinilai berhasil menjaga marwah organisasi dengan prinsip profesional dan beradat.
Visi Besar: Dayak Bersatu, Cerdas, Maju dan Bermartabat
Dalam pencalonannya, Ir. Endeh S. Hidik mengusung visi utama yang tegas: Mewujudkan Masyarakat Dayak dan Masyarakat Kalimantan Tengah secara umum menjadi Dayak: Bersatu, Cerdas, Maju, dan Bermartabat.”
Visi tersebut akan berlandaskan pada tiga pilar utama: semangat kearifan lokal leluhur, filosofi hidup Huma Betang, program “Dayak Bahadat”, serta nilai-nilai luhur Kesepakatan Tumbang Anoi se-tanah Borneo dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, Dewan Adat Dayak bukan sekedar lembaga warisan leluhur, melainkan garda terdepan untuk melindungi hak-hak masyarakat adat
Lima Misi Strategis
Untuk mewujudkan visi tersebut, Ir. Endeh merumuskan lima misi strategis yang akan menjadi program kerja prioritas jika mendapat amanah sebagai Ketua DAD Kalteng 2026-2031:
1.Memperkuat nilai-nilai adat dan perlindungan hutan adat.
Misi pertama ini berfokus pada revitalisasi hukum adat dan penegasan kembali eksistensi hutan adat sebagai sumber kehidupan
2.Menata pengelolaan organisasi DAD agar berjalan dengan baik dan teratur.
Reformasi tata kelola internal DAD menjadi prioritas, mulai dari sekretariat, administrasi, keuangan, hingga sistem koordinasi dari DAD Provinsi hingga DAD Kecamatan dan Kedamangan, akan ditata secara profesional, transparan, dan akuntabel
3.Memberdayakan masyarakat adat di bidang sosial, ekonomi, budaya, dan hukum.
Termasuk bantuan hukum adat gratis bagi masyarakat adat yang berkonflik, pelatihan wirausaha berbasis kearifan lokal, pelestarian seni budaya, hingga beasiswa pendidikan bagi anak-anak Dayak di pedalaman.
4.Memperkuat Sinergi dengan Pemerintah dan Dunia Usaha.
Membangun komunikasi yang setara agar tidak terjadi lagi konflik lahan yang merugikan masyarakat adat.
5.Regenerasi Budaya dan Kaderisasi Pemuda Dayak.
Agar nilai-nilai Belom Bahadat tidak luntur di kalangan generasi muda.
Dengan visi-misi yang jelas, pengalaman organisasi yang matang, dan integritas yang teruji, banyak pihak menilai Ir. Endeh S. Hidik, CPM, CPA, CPArb adalah sosok yang tepat untuk membawa DAD Kalteng menjadi rumah besar yang mengayomi seluruh masyarakat adat di Bumi Tambun Bungai ( Ary Mampas)

