Buntok BarselOne,- Kepergian Bayi membawa duka mendalam menyelimuti warga RT 01/RW 01 Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. Seorang bayi berusia 6 bulan, Blessy Kalsa Lawinei, putri pasangan Bayu P.S. (27) dan Silvia Handayani (32), meninggal dunia setelah berjuang melawan infeksi paru akut di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Jaraga Sasameh Buntok, Sabtu (10 Oktober 26 lalu.


Bayi mungil yang lahir pada 31 Maret 2026 itu datang ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Sang ibu, Silvia, menuturkan detik-detik mencekam saat melihat bibir buah hatinya membiru akibat sesak napas berat di rumah.
Tanpa memikirkan prosedur administrasi rujukan, keluarga langsung melarikan Blessy ke rumah sakit demi menyelamatkan nyawanya.
Setibanya di IGD, tim medis RSUD Jaraga Sasameh langsung bergerak cepat. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan yang juga Plt. Direktur RSUD Jaraga Sasameh, dr. Dadang Baskoro Nugroho, memaparkan kronologi perjuangan medis tersebut.
“Pada pukul 14.00 WIB pasien datang ke IGD dengan kondisi sesak napas dan kejang. Setelah pemeriksaan intensif, rontgen thoraks dan sampel darah, pasien didiagnosis mengalami pneumonia, infeksi paru yang cukup serius,” ujar dr. Dadang, Kamis 15 Oktober 26.
Selama kurang lebih tiga jam, dokter dan perawat berjibaku di ruang resusitasi melakukan upaya maksimal melalui tindakan resusitasi jantung paru.
“Pasien didiagnosis pneumonia serius. Tim sudah berupaya maksimal,” ungkapnya.
Namun, takdir berkata lain. Pada pukul 16.50 WIB, pasien mengalami henti napas (apnea). Hingga akhirnya, pada pukul 17.00 WIB, Blessy dinyatakan meninggal dunia.
dr. Dadang menjelaskan, pneumonia merupakan penyakit multifactorial atau berfaktor ganda. Namun demikian, ia tidak menampik bahwa paparan pekat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Barito Selatan selama sebulan terakhir bertindak sebagai faktor pemberat yang sangat berisiko, terutama bagi kelompok rentan seperti balita.
Sebagai langkah responsif dan mitigasi, RSUD Jaraga Sasameh bersama Dinas Kesehatan Barsel kini menyiagakan 13 titik rumah oksigen gratis – 1 unit di Jalan Pembangunan Buntok dan 12 unit lainnya terintegrasi di seluruh puskesmas. Selain itu, distribusi masker digencarkan setiap hari di seluruh simpul pelayanan publik, mulai dari poli rawat jalan, ruang farmasi, hingga ruang tunggu IGD.
“Kami tidak ingin ada lagi nyawa yang hilang karena terlambat mendapatkan oksigen. Tim IGD kami siaga 24 jam,” tegas dr. Dadang.
Kepergian Blessy meninggalkan duka mendalam. Namun perjuangan tiga jam tim IGD RSUD Jaraga Sasameh menjadi bukti nyata, bahwa di tengah kepungan asap, masih ada tangan-tangan medis yang setia berjuang hingga detik terakhir demi menyelamatkan setiap nyawa ( Ary Mampas)

