Buntok BarselOne,– Ir.Endeh S.Hidik, CPM ,IPR,CPArb Putra asli Mengkatip, mengaku prihatin. Predikat Kecamatan Dusun Hilir sebagai kecamatan tertua di Barsel sejak 1959 ternyata tak membuat wilayah itu lebih maju. Buktinya, ribuan warga Ibukota Mengkatip masih krisis listrik.

“Era sudah maju, tapi Mengkatip belum 24 jam dialiri listrik. Sangat memprihatinkan,” kata Endeh , warga Mengkatip, Selasa (5 Mei 2026).
Faktanya, listrik di Mengkatip hanya menyala 14 jam: pukul 16.00 WIB sampai 06.00 WIB. Selepas itu, warga kembali ke era pra-listrik. “Dusun Hilir bagian sejarah awal Barsel. Mestinya prioritas. Ini kontras sekali,” tegas Endeh.
Endeh menambahkan, selain listrik, warga juga mendambakan jalan darat layak Lehai-Buntok. Soal listrik, ia menyebut tower sudah tegak di Lehai dan seberang Sungai Barito Mengkatip. “Tinggal kabelnya. Karena belum dipasang, ya belum nyala,” ujarnya.
Kepala PLN UPL Buntok, Vivin Aprianor, mengatakan bola kini ada di Kementerian Perhubungan. “Dusun Hilir wewenang ULP Tamiang Layang. Kendala terakhir izin nyeberang kabel di Sungai Barito belum keluar. Kami harap segera, biar warga bisa nikmati listrik nonstop,” katanya.
Warga Mengkatip kini hanya bisa menunggu, berharap status “tertua” tak lagi identik dengan “tertinggal”. ( Ary Mampas)
