Buntok BarselOne,– Mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan / Karhutla akibat musim kemarau, Dewan Pimpinan Cabang Mangkok Merah Borneo Bersatu / DPC MMBB Kabupaten Barito Selatan mengeluarkan pernyataan dan himbauan resmi kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Dayak di Barsel.


Himbauan tersebut disampaikan Ketua DPC MMBB Barsel, Sickpriet YT, Selasa 29 Juli 2026 di Buntok.
Dalam pernyataannya, DPC MMBB Barsel mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan berlandaskan kearifan lokal “Belom Bahadat” yaitu hidup beradab dan harmonis dengan alam serta sesama.
“Tabe Salamat Lingu Nalatai, Salam Sahujut Karendem Malempang. Adil Kata’linu Bacuramin Kasaruga, Basengat Kajubata. Arus! Arus! Arus!”
3 Poin Utama Himbauan DPC MMBB Barsel :
“1.Pembakaran Ladang Terkendali”
Masyarakat diminta membersihkan sekeliling lahan selebar minimal 1 meter, memperhatikan arah angin, dan melakukan pembakaran secara bersama-sama. Api tidak boleh ditinggalkan sebelum benar-benar padam.
“2.Tegakkan Hukum Adat”
DPC MMBB Barsel menegaskan akan memberlakukan sanksi adat berupa “Denda adat / jipen / singer” bagi siapa saja yang membakar hutan dan lahan secara sembarangan dan merusak alam.
“3.Jaga Wilayah Konservasi Adat”
Masyarakat diimbau menghormati kawasan “Tana’ Ulen”dan wilayah adat lainnya. Di kawasan tersebut aktivitas penebangan dan pembakaran dilarang keras untuk melindungi sumber air, flora dan fauna demi keseimbangan ekosistem.
Selain itu, DPC MMBB Barsel juga mengajak masyarakat adat untuk aktif dalam “Patroli titik api” dan mitigasi bencana kekeringan di lahan gambut.
“Mari kita bedakan antara pembukaan ladang tradisional yang berwawasan lingkungan dengan pembakaran hutan skala besar oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hutan adalah rumah kita yang wajib diwariskan kepada anak cucu,” tegas Sickpriet YT.
DPC MMBB Barsel menutup himbauan dengan semboyan:
“Dayak Bersatu, Dayak Cerdas, Dayak Maju dan Dayak Bermartabat” (Ary Mampas)

