Kuala Kapuas BarselOne,-Perjuangan tim gabungan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Di tengah musim rawan kebakaran yang masih melanda sejumlah wilayah, petugas gabungan terus berjibaku memadamkan api demi mencegah meluasnya dampak bencana asap.

Dalam dua hari terakhir saja, sedikitnya enam titik kebakaran lahan berhasil ditangani oleh tim gabungan yang tergabung dalam Posko Induk Penanggulangan Karhutla Kabupaten Kapuas.
Data dari BPBD Kapuas mencatat, lokasi kejadian tersebar di beberapa titik rawan, yakni di Jalan Pemuda Kuala Kapuas, Jalan Jepang, wilayah Kecamatan Basarang, serta Kelurahan Selat Utara, Kecamatan Selat.
Kepala Pelaksana BPBD Kapuas sekaligus Ketua Harian Darurat Bencana Karhutla Kabupaten Kapuas, “Pangeran Sojuaon Pandiangan”, mengatakan, personel gabungan terus bekerja maksimal meski harus menghadapi kondisi lapangan yang sangat menantang, mulai dari akses sulit, angin kencang, hingga lahan gambut yang membuat api mudah menyebar di bawah permukaan.
“Personel gabungan terus bekerja maksimal. Bahkan dalam sejumlah kejadian, petugas harus berjibaku memadamkan api hingga menjelang subuh. Ini dedikasi luar biasa demi menjaga Kapuas dari bencana asap,” ujar Pangeran Sojuaon, Kamis 29 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, selain melakukan upaya pemadaman langsung di titik api, tim gabungan juga melaksanakan patroli rutin dan pemeriksaan kembali (mop up) di lokasi yang sebelumnya terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam total dan tidak ada bara sisa yang berpotensi menimbulkan titik api baru.
Tim gabungan yang terlibat terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD Kabupaten Kapuas, Brimob, Manggala Agni, Damkar, serta para relawan pemadam kebakaran swasta yang selalu siaga di Posko Induk.
Pangeran Sojuaon juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Selain melanggar hukum dan dapat dipidanakan, tindakan membakar lahan dinilai sangat berbahaya karena berpotensi memperburuk kualitas udara, merusak ekosistem gambut, dan membahayakan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan lansia.
“Kami imbau dengan tegas, stop bakar lahan. Mari kita jaga Kapuas bersama. Satu orang membakar, satu kabupaten merasakan dampak asapnya,” tegasnya.
Dedikasi petugas di lapangan pun mendapat apresiasi tulus dari warga. Salah satunya disampaikan “Zain”, warga yang tinggal di salah satu kompleks perumahan di Jalan Jepang, Kuala Kapuas, yang menjadi salah satu lokasi kebakaran terparah dalam dua hari terakhir.
Menurut Zain, ia melihat langsung bagaimana petugas bekerja tanpa mengenal waktu, mulai siang hingga malam hari, demi memastikan api tidak merembet ke permukiman warga.
“Kami warga Jalan Jepang sangat berterima kasih. Dedikasi petugas dari Polri, TNI, BPBD, Brimob, dan relawan luar biasa. Mereka bekerja tanpa kenal waktu. Api sudah dekat dengan rumah warga, tapi mereka cepat tanggap,” ungkap Zain.
Ia berharap seluruh personel yang bertugas senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan misi kemanusiaan tersebut. Zain juga mengajak masyarakat lain untuk mendukung upaya penanggulangan karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melapor jika melihat titik api baru.
“Mari kita dukung mereka. Jangan lagi ada yang buka lahan dengan dibakar. Kasihan petugas, kasihan kita semua yang hirup asap. Semoga semua petugas sehat dan selamat,” pungkas Zain.
Hingga saat ini, Posko Induk Karhutla Kapuas masih bersiaga 24 jam dan membuka layanan pengaduan masyarakat terkait titik api baru di wilayah Kabupaten Kapuas ( Rubiyadi.H.T.)



