Buntok BarselOne– Banyak pengguna di Kabupaten Barito Selatan mengeluh karena aplikasi MyPertamina mendadak terblokir. Akibatnya, warga yang ingin membeli BBM jenis Pertalite dan Pertamax di SPBU gagal melakukan transaksi.

Pantauan di lapangan, Jumat (28 Agustus 2026), sejumlah pengendara motor dan mobil terlihat kebingungan di depan SPBU Buntok. Mereka tidak bisa melakukan scan QR Code di aplikasi karena akun mereka masuk status “terblokir” atau “tidak terdaftar”.
“Dari kemarin mau isi Pertalite, pas buka aplikasi malah muncul tulisan akun terblokir. Mau beli eceran juga mahal. Beli di SPBU juga susah,” keluh Budi Haris salah satu pengendara.
Penyebab Dan dampaknya
Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak Pertamina terkait penyebab pemblokiran massal tersebut. Namun menurut petugas SPBU, sistem pembelian BBM bersubsidi memang wajib melalui aplikasi MyPertamina sejak kebijakan baru diterapkan.
Pemblokiran ini berdampak langsung ke masyarakat bawah dan para pedagang eceran. Banyak warga akhirnya memilih membeli BBM eceran dengan harga jauh lebih mahal karena tidak bisa mengakses SPBU.
“Orang kecil yang kena imbasnya. Mau ngojek, mau ke sawah, semua butuh bensin. Kalau aplikasinya begini terus, kami mau kerja pakai apa, Beli minyak di SPBU mahal” ujar Wela, pedagang eceran di Jalan Panglima Batur.
Warga meminta Pertamina dan pemerintah daerah segera memberikan solusi. Mereka mendesak agar sistem pendaftaran dipermudah dan pemblokiran akun dievaluasi, agar tidak menghambat aktivitas masyarakat.
“Kami tidak menolak digitalisasi. Tapi jangan sampai rakyat kecil yang jadi korban karena sistemnya belum siap,” kata salah satu warga.
Sampai berita ini diturunkan, pihak Pertamina Regional Kalimantan belum memberikan keterangan resmi terkait gangguan dan pemblokiran aplikasi MyPertamina ( Ary Mampas)

