
Klinik Utama Antariksa Lakukan Survey Akredirasi.
Punya Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Syaraf dan Kandungan
Buntok – Klinik Utama Antariksa yang beralamat di Jl. Kihajar Dewantara atau Komplek Pelajar Buntok, melakukan survei akreditasi, dari tanggal 9 – 13 Juli 2026. Setidaknya Klinik Utama Antariksa sudah memiliki tiga orang dokter spesialis.
Tim yang melakukan penilaian adalah Tim Akreditasi Labktama dari Kementrian Kesehatan Jakarta, dr. Galih Endradita, SpFN FCHMC dan dr. Arief Santoso. Lembaga khusus untuk melakukan Akreditasi Klinik Utama.
Kepala Klinik Utama Antariksa dr. Wiwin Dwiyanti Puhi, MKes. SpN mengatakan, pada hari ini akan melaksanakan Survei Akreditasi Klinik Utama Antariksa. Jadi survei administrasi ini merupakan survei yang pertama kali. Dimana kemarin hari Kamis 9 Juli 2026, untuk Klinik Utama Antariksa sudah melakukan survei secara daring dan hari ini dilakukan survei secara luring.
“Semoga survei administrasi Klinik Utama Antariksa ini bukan hanya survei untuk mendapatkan akreditasi, tapi ini merupakan suatu proses pembelajaran dari Klinik Utama Antariksa ini, bagaimana nantinya kita bisa meningkatkan mutu pelayanan, kualitas, keselamatan pasien.
Jadi kami berharap dengan adanya survei administrasi ini dapat meningkatkan pelayanan, mutu, keselamatan pasien. Juga kami ucapkan terima kasih kepada tim akreditasi yang sudah bekerja keras dan bekerja sama”, ujar dr. Wiwin Dwiyanti.
Dikatakannya, Klinik ini sudah berjalan, dan dalam kurun waktu satu tahun harus mendapatkan akreditasi untuk menentukan bahwa pelaksanaan pelayanan klinik utama sudah memenuhi standar pelayanan kesehatan.
Dokter spesiali ada tiga orang dokter yakni spesialis penyakit dalam, spesialis syaraf dan spesialis kandungan. Dan akan dikembangkan lagi spesialis lainnya, seperti spesialis paru dan lainnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Barsel dr. Dadang Baskoro Nogroho, SpPD FINANSIM saat menghadiri Survey Akreditasi mengatakan, Klinik Utama Antariksa ini merupakan satu-satunya yang ada di Das Barito.
Sebab sampai saat ini masih belum ada klinik utama di wilayah Barito, baik itu Barito Utara, Barito Timur maupun Murung Raya, hanya satu-satunya yang ada di Barito Selatan.
Jadi perlu saya jelaskan, bahwa klinik itu ada dua macam yakni klinik Utama dan klinik Pratama. Jadi kalau klinik utama harus dilayani oleh dokter spesialis. Kalau klinik Pratama itu hanya dilayani oleh dokter umum dan sama dengan pelayanan Klinik Mandiri. Jadi untuk Klinik Utama pelayanan harus ditangani oleh dokter spesialis, dan ini upaya yang dilakukan oleh Klinik Utama Antariksa untuk membantu pelayanan kesehatan dan kedepannya Klinik Utama Antariksa berupaya untuk melakukan pelayanan spesialistik.
“Kalau dulu ada rumah sakit itu tipe A, B dan C, maka klinik utama sama dengan Rumah Sakit Pratama atau rumah sakit tipe D. Jadi segmen itu yang diambil oleh Klinik Utama Antariksa Buntok, dan nantinya pasien-pasiennya adalah pasien-pasien spesialistik rujukan dari Puskesmas atau dari klinik dokter umum. Maka ini satu hal yang cukup bagus, sebab banyak pasien pasien yang tidak terhendel oleh rumah sakit.
Jadi tidak semua pasien- pasien itu bisa melakukan kontrol di pagi hari di poli rumah sakit. Maka ini merupakan potensi yang cukup bagus jika pelayanan dilakukan pada sore hari”, ujar dr. Dadang.
Ditambahkannya, pihak Antariksa sudah koordinasi dengan BPJS untuk bisa kerjasama atau MoU dengan BPJS, namun dari pihak BPJS Kesehatan masih belum bisa. Mengingat salah satu syarat untuk bisa melakukan MoU dengan BPJS Kesehatan, maka klinik utama tersebut harus sudah terakreditasi.
Jadi ini salah satu langkah yang dilakukan oleh Klinik Utama Antariksa untuk bisa melewati akreditasi dan memenuhi salah satu persyaratan dengan BPJS Kesehatan. (Saprudin)
Klinik Utama Antariksa Lakukan Survey Akredirasi.
Punya Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Syaraf dan Kandungan
Buntok – Klinik Utama Antariksa yang beralamat di Jl. Kihajar Dewantara atau Komplek Pelajar Buntok, melakukan survei akreditasi, dari tanggal 9 – 13 Juli 2026. Setidaknya Klinik Utama Antariksa sudah memiliki tiga orang dokter spesialis.
Tim yang melakukan penilaian adalah Tim Akreditasi Labktama dari Kementrian Kesehatan Jakarta, dr. Galih Endradita, SpFN FCHMC dan dr. Arief Santoso. Lembaga khusus untuk melakukan Akreditasi Klinik Utama.
Kepala Klinik Utama Antariksa dr. Wiwin Dwiyanti Puhi, MKes. SpN mengatakan, pada hari ini akan melaksanakan Survei Akreditasi Klinik Utama Antariksa. Jadi survei administrasi ini merupakan survei yang pertama kali. Dimana kemarin hari Kamis 9 Juli 2026, untuk Klinik Utama Antariksa sudah melakukan survei secara daring dan hari ini dilakukan survei secara luring.
“Semoga survei administrasi Klinik Utama Antariksa ini bukan hanya survei untuk mendapatkan akreditasi, tapi ini merupakan suatu proses pembelajaran dari Klinik Utama Antariksa ini, bagaimana nantinya kita bisa meningkatkan mutu pelayanan, kualitas, keselamatan pasien.
Jadi kami berharap dengan adanya survei administrasi ini dapat meningkatkan pelayanan, mutu, keselamatan pasien. Juga kami ucapkan terima kasih kepada tim akreditasi yang sudah bekerja keras dan bekerja sama”, ujar dr. Wiwin Dwiyanti.
Dikatakannya, Klinik ini sudah berjalan, dan dalam kurun waktu satu tahun harus mendapatkan akreditasi untuk menentukan bahwa pelaksanaan pelayanan klinik utama sudah memenuhi standar pelayanan kesehatan.
Dokter spesiali ada tiga orang dokter yakni spesialis penyakit dalam, spesialis syaraf dan spesialis kandungan. Dan akan dikembangkan lagi spesialis lainnya, seperti spesialis paru dan lainnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Barsel dr. Dadang Baskoro Nogroho, SpPD FINANSIM saat menghadiri Survey Akreditasi mengatakan, Klinik Utama Antariksa ini merupakan satu-satunya yang ada di Das Barito.
Sebab sampai saat ini masih belum ada klinik utama di wilayah Barito, baik itu Barito Utara, Barito Timur maupun Murung Raya, hanya satu-satunya yang ada di Barito Selatan.
Jadi perlu saya jelaskan, bahwa klinik itu ada dua macam yakni klinik Utama dan klinik Pratama. Jadi kalau klinik utama harus dilayani oleh dokter spesialis. Kalau klinik Pratama itu hanya dilayani oleh dokter umum dan sama dengan pelayanan Klinik Mandiri. Jadi untuk Klinik Utama pelayanan harus ditangani oleh dokter spesialis, dan ini upaya yang dilakukan oleh Klinik Utama Antariksa untuk membantu pelayanan kesehatan dan kedepannya Klinik Utama Antariksa berupaya untuk melakukan pelayanan spesialistik.
“Kalau dulu ada rumah sakit itu tipe A, B dan C, maka klinik utama sama dengan Rumah Sakit Pratama atau rumah sakit tipe D. Jadi segmen itu yang diambil oleh Klinik Utama Antariksa Buntok, dan nantinya pasien-pasiennya adalah pasien-pasien spesialistik rujukan dari Puskesmas atau dari klinik dokter umum. Maka ini satu hal yang cukup bagus, sebab banyak pasien pasien yang tidak terhendel oleh rumah sakit.
Jadi tidak semua pasien- pasien itu bisa melakukan kontrol di pagi hari di poli rumah sakit. Maka ini merupakan potensi yang cukup bagus jika pelayanan dilakukan pada sore hari”, ujar dr. Dadang.
Ditambahkannya, pihak Antariksa sudah koordinasi dengan BPJS untuk bisa kerjasama atau MoU dengan BPJS, namun dari pihak BPJS Kesehatan masih belum bisa. Mengingat salah satu syarat untuk bisa melakukan MoU dengan BPJS Kesehatan, maka klinik utama tersebut harus sudah terakreditasi.
Jadi ini salah satu langkah yang dilakukan oleh Klinik Utama Antariksa untuk bisa melewati akreditasi dan memenuhi salah satu persyaratan dengan BPJS Kesehatan. (Saprudin)



