
Buntok – Ratusan peserta mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kabupaten Barito Selatan (Barsel) jenjang SD dan SMP sederajat Tahun 2026, Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menjaga kelestarian bahasa daerah sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya lokal.
Pembukaan festival yang diselenggarakan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan (Barsel) yanh berlangsung pada 29-30 Oktober 2026, di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kamis 29 Oktober 2026.
Kadis Pendidikan Barsel Dr. Manat Simanjuntak, SPd MPd dalam laporannya mengatakan, bertujuan untuk : 1) Memasyarakatkan, mendiseminasikan, mempublikasikan Program Implementasi Pelindungan Bahasa Daerah; dan Model. 2) Meningkatkan sikap positif dan mutu pengguna dan penggunaan bahasa daerah. 3) Meningkatkan Apresiasi masyarakat terhadap Sastra Daerah. 4) Memperkenalkan dan menanamkan kearifan lokal dan keadiluhungan yang terkandung dalam Bahasa dan Sastra Daerah. 5) Membentuk jejaring dan komunitas kebahasaan dan kesastraan daerah di Tingkat Daerah dan Nasional. 6) Menanamkan pemahaman pentingnya peran Bahasa dan sastra daerah dalam Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. 7) Mempromosikan khazanah kekayaan bahasa dan sastra daerah Barito Selatan. 8) Menggalakkan gerakan berbahasa dan bersastra daerah secara massal.
Pada Festival Tunas Bahasa Ibu Tahun ini ada 6 jenis lomba, yaitu :
1. Lomba Mendongeng / Tanuhui dalam Bahasa Bakumpai dan Ma’anyan. 2. Lomba Pidato dalam Bahasa Bakumpai dan Ma’anyan. 3. Lomba Tradisi Lisan / Tumet Leut / Karungut dalam Bahasa Bakumpai dan Ma’anyan. 4. Lomba Komedi Tunggal dalam Bahasa Bakumpai dan Ma’anyan. 5. Lomba Cipta Puisi dalam Bahasa Bakumpai dan Ma’anyan. 6. Lomba Cipta Cerpen dalam Bahasa Bakumpai dan Ma’anyan.
“Tim Juri berjumlah 24 orang berasal dari Dinas Pendidikan, Guru Master Bahasa Dayak Bakumpai dan Dayak Ma’anyan.
Peserta yang mengikuti lomba terdiri dari : 6 Kecamatan.
1) Peserta jenjang SD yang mengikuti 6 cabang lomba Dayak Bakumpai berjumlah 16 orang dan 6 cabang lomba Dayak Ma’anyan berjumlah 29 orang;
2) Peserta jenjang SMP Sederajat yang mengikuti 6 cabang lomba Dayak Bakumpai berjumlah 36 orang dan 6 cabang lomba Dayak Ma’anyan berjumlah 28 orang;
3) Guru pendamping jenjang SD berjumlah sebanyak 58 orang;
4) Guru pendamping jenjang SMP Sederajat berjumlah sebanyak 89 orang;
5) Sehingga total keseluruhan jumlah peserta dan pendamping sebanyak 256 orang “, tutup Dr. Manat.
Festival tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Barsel sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Dr. Hj. Permana Sari, SSI MM MBA yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD Barsel dan di hadiri oleh Bupati Barito Selatan Dr. H. Eddy Raya Samsuri, ST MM serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan pemerintah kabupaten Barsel.
(AM)

