Buntok BarselOne,– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Mangkok Merah Borneo Bersatu (MMBB) Kabupaten Barito Selatan mengajak seluruh masyarakat adat Dayak untuk menerapkan filosofi “Penyang Hinje Simpei”

Filosofi tersebut memiliki arti hidup rukun, damai, bersatu, dan harmonis demi kesejahteraan bersama serta mewujudkan “Belum Bahadat” atau peradaban yang beradab.
Hal itu disampaikan Ketua Pengurus DPC MMBB Barsel, Sickpriet YT saat pertemuan dengan pengurus dan tokoh adat di Buntok, Jumat (28 Agustus 2026).

“Penyang Hinje Simpei bukan hanya slogan. Ini pegangan kita dalam bermasyarakat. Dengan rukun dan bersatu, kita bisa menjaga martabat masyarakat Dayak dan membangun Barsel yang lebih baik,” tegas Sickpriet YT.
3 Komitmen Utama MMBB Barsel
Melalui semangat Penyang Hinje Simpei, DPC MMBB Barito Selatan berkomitmen menjalankan 3 poin utama:
1.Menegakkan Harkat dan Martabat
MMBB hadir untuk membela hak-hak masyarakat Dayak, terutama bagi mereka yang merasa tertindas atau membutuhkan keadilan dan kepastian hukum.
2.Menjaga Integritas Organisasi
Seluruh pengurus dan anggota diminta setia pada visi, misi, AD/ART organisasi. Sickpriet juga mengingatkan agar nama besar MMBB tidak disalahgunakan untuk tindakan negatif yang merugikan masyarakat.
3.Melestarikan Alam dan Budaya
MMBB mengajak masyarakat adat aktif menjaga kelestarian hutan, mematuhi hukum adat, serta bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Barito Selatan.
Menurut Sickpriet, menjaga hutan dan budaya adalah bagian dari jati diri orang Dayak. “Hutan adalah napas kita. Kalau hutan rusak, adat dan kehidupan kita juga ikut rusak,” ujarnya.
Dengan menguatkan persatuan melalui filosofi lokal, MMBB Barsel berharap dapat menjadi garda terdepan dalam membela masyarakat adat sekaligus menjaga kelestarian alam Kalimantan ( Ary Mampas )

