Buntok BarselOne,– Harga Bahan Bakar Minyak eceran di wilayah Kota Buntok, Kabupaten Barito Selatan, melonjak jauh di atas harga resmi SPBU.

Pantauan di lapangan, harga Pertalite dijual Rp17.000/liter dan Pertamax Rp20.000/liter di lapak-lapak pinggir jalan dalam kota Buntok. Selisihnya sangat jauh dibanding harga resmi di SPBU.
Kondisi ini memaksa sebagian warga membeli BBM eceran karena terkendala saat hendak membeli di SPBU.
“Aplikasi Terblokir, Terpaksa Beli di Luar”
Salah satunya Budi, warga Buntok. Ia mengaku terpaksa membeli BBM eceran untuk motor dan mobilnya setelah aplikasinya terblokir saat hendak membeli di SPBU.
“Seingat saya baru 3 kali pakai aplikasi MyPertamina buat beli di SPBU. Tiba-tiba gagal, terblokir. Padahal tidak ada orang lain yang pakai aplikasi itu,” ujar Budi saat ditemui, Jumat (28 Agustus 2026).
Karena tidak bisa mengisi di SPBU, Budi akhirnya membeli di pinggir jalan. Ia kaget setelah membayar karena harganya jauh lebih mahal dari harga resmi.
“Saya kira paling beda seribu-dua ribu. Ternyata Pertalite Rp17.000-Rp.19.000/liter. Mau bagaimana lagi, motor butuh,” katanya.
Pengecer: “Kami Beli Juga Mahal”
Saat dikonfirmasi, beberapa penjual BBM eceran di dalam Kota Buntok mengakui menjual dengan harga tinggi karena modalnya juga tinggi.
“Mereka beli Pertalite Rp16.000/liter, Pertamax Rp18.000/liter. Dapatnya dari orang SPBU juga, tapi tidak bisa disebut siapa,” kata salah satu penjual yang enggan disebut namanya.
Menurut pengakuan mereka, penyaluran BBM eceran itu dilakukan lewat “grup penyalur”. BBM diantar langsung ke lapak masing-masing pedagang.
Selisih Harga Jauh dari SPBU
Untuk diketahui, harga resmi BBM di SPBU saat ini jauh lebih rendah dari harga eceran. Lonjakan harga eceran ini diduga dipicu oleh pembatasan pembelian melalui aplikasi dan sulitnya warga mengakses SPBU.
Warga berharap pemerintah daerah dan Pertamina mengevaluasi sistem pembelian BBM bersubsidi agar tidak menyulitkan masyarakat kecil yang benar-benar membutuhkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pertamina dan Pemkab Barito Selatan terkait keluhan warga dan maraknya penjualan BBM eceran dengan harga tinggi di Buntok ( Ary Mampas)

