Buntok BarselOne,– Sejumlah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tenaga guru di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan mengeluhkan belum diterimanya Tunjangan Sertifikasi Insentif Lulusan/Tamsil sejak Januari 2026.

Keluhan tersebut disampaikan guru PPPK yang berharap ada penjelasan dari pihak Dinas Pendidikan terkait kendala pencairan. Mereka meminta tanggapan Kepala Dinas Pendidikan Barito Selatan mengenai penyebab keterlambatan tersebut.
Menurut mereka, keterlambatan pembayaran membuat sebagian pegawai kesulitan, terutama yang menggantungkan tunjangan tersebut untuk biaya transportasi dan kebutuhan keluarga.
Para pegawai berharap Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan segera memberikan penjelasan dan mencairkan Tamsil yang tertunda.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan, Dr. Manat, saat dihubungi melalui WhatsApp kepada BarselOne menjelaskan bahwa pihaknya sudah tiga kali mengajukan usulan pencairan Tamsil untuk guru PPPK.
“Sudah 3 kali kita usulkan, tapi masih ada perbaikan data. Minggu depan sudah siap dibayarkan,” ujar Dr. Manat saat dikonfirmasi, Sabtu (23 Mei 2026).
Ia menambahkan, perbaikan data menjadi penyebab utama keterlambatan pencairan. Pihaknya memastikan saat ini proses verifikasi sudah hampir selesai sehingga pembayaran dapat dilakukan dalam waktu dekat.
Tamsil merupakan tunjangan yang diberikan kepada guru PPPK yang telah lulus sertifikasi sebagai bentuk insentif peningkatan profesionalitas. Keterlambatan pembayaran berdampak pada kesejahteraan guru yang menanti hak tersebut.
Dinas Pendidikan Barito Selatan mengimbau para guru untuk bersabar dan memastikan data kependidikan mereka pencairan tidak terhambat kembali ( Ary Mampas)

