
Buntok – Sedikitnya ada empat orang bakal Calon Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Barsel. Musyawarah Kabupaten sendiri akan digelar, Kamis 22 Januari 2026 besok.
Empat bakal calon tersebut yakni 1). Muhammad Saibani, S. Hut, (Pengelola GOR KONI). 2). Dr. Manat Simajuntak, S. Pd., M. Pd (Kadisdik Barsel).
3). Mukhlis, S. Pd (Kepala SMAN – 2 Buntok). 4) Jailani Abdul Kadir.
Para kandidat akan beradu program kerja untuk menuju kursi ketua PBSI Barsel.
Jailani mengatakan, keinginannya menjadi Ketua PBSI Barsel yaitu untuk mengangkat atlet cabor bulutangkis lebih baik dari daerah lain se Kalteng.
Kemudian melaksanakan beberapa turnamen untuk mencari atlet berbakat dan berprestasi.
“Melakukan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel. Serta rencana akan mendirikan sekolah atau tempat latihan bulutangkis yang lebih baik dan representatif khususnya ada usia dini, sehingga akan muncul bibit berbakat dari Bumi Dahani Danai Tuntung Tulus ini”, ucap Jailani.
Sementara Mukhlis mengatakan, motivasi untuk menjadi ketua, ingin membawa PBSI lebih baik dan lebih maju kedepannya, mengusung sikap demokratis dan transparansi dalam berorganisasi.
Sedangkan untuk program kerja yang pastinya melakukan pembinaan terhadap atlet dari usia dini sampai dewasa atau taruna. Dan banyak lagi yang lainnya.
“Program kerja tentu sesuai bidang, namun ada juga secara umum. Selain program kerja yang khusus yang berkaitan dengan pembinaan atlit dan pengembangan SDM, kami juga menyiapkan Program kerja untuk kegiatan yang bersifat umum dalam bentuk pertandingan dan open turnamen dengan tujuan untuk memupuk semangat berlatih bagi PB yang ada dilingkup Kabupaten Barito Selatan”, ujar Mukhlis seraya mengatakan seperti mengadakan kejuaraan open turnamen khusus Kalteng – Kalsel 1 kali dalam setahun. Mengadakan kejuaraan khusus lokal Barsel. Mengadakan pertandingan beregu khusus PB lokal yang ada di Barsel. Mengadakan pertandingan khusus untuk putri. Merangkul minimal 2 orang dalam satu PB untuk masuk dalam kepengurusan PBSI. Mengkoordinir semua PB yang ada untuk penertiban dan pemuktahiran administrasi PBSI Barsel.
Kandidat Berikutnya M. Saibani mengatakan, motivasinya jadi calon PBSi Barsel, inggin memajukan pembinaan anak-anak usia dini terutama usia 7 sampai 10 tahun.
“Walaupun club saya yang sudah ada yaitu PB Indonesia Muda sudah ada anak-anak sekitar 35 orang, tetapi mereka sudah banyak berumur di atas 12 tahun. Program kerja saya apabila terpilih berusaha menjalin kerjasama dengan perusahaan yang ada di Barsel, sehingga dapat membantu pembiayaan dalam pembinaan anak- anak. Kedua saya akan mendatangi sekolah-sekolah terutama jenjang sekolah dasar yang nantinya dapat menjaring atlet- atlet muda berbakat”, kata Saibani.
Sedangkan satu kandidat lain Manat Simanjuntak, belum memberikan tanggapan ketika dihubungi melalui pesan WA. (AM)




