Kuala Kapuas,BarselOne– Pemerintah Kabupaten Kapuas memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Rapat Kerja (Raker) Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan (MD-AHK) dan Lembaga Pengembangan Tandak Intan Kaharingan (LPT-IK) Kabupaten Kapuas Tahun 2026.
Agenda keagamaan daerah tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kapuas Dodo di Balai Basarah Agama Hindu Kaharingan, Jalan Melati Kuala Kapuas, Kamis 5 November 2026.

Suasana Balai Basarah sejak pagi terasa khidmat sekaligus hangat. Para pengurus, tokoh agama, tokoh adat, dan perwakilan umat dari berbagai kecamatan datang dengan semangat kebersamaan untuk mengikuti raker yang menjadi momentum penting dalam menata program kerja keagamaan dan kebudayaan di Kabupaten Kapuas.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Umum Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan (MB-AHK) Pusat Palangka Raya Drs. Walter S. Penyang, Ketua LPT-IK Pusat Palangka Raya Parada LKDR,S.Ag.,M.Si., Ketua MD-AHK Kabupaten Kapuas Sulatin, S.Pd., Ketua LPT-IK Kabupaten Kapuas Untung,S.Pd., MA, perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Kapuas, pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Dewan Adat Dayak (DAD), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Damang Kepala Adat Kecamatan Selat, serta jajaran pengurus dari tingkat kabupaten hingga kecamatan se-Kabupaten Kapuas.
Kehadiran para tokoh lintas lembaga ini menunjukkan bahwa Raker MD-AHK dan LPT-IK bukan hanya agenda internal umat Hindu Kaharingan, melainkan juga agenda kebersamaan yang mendapat dukungan luas dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat Kapuas.
Dalam sambutan Wakil Bupati Kapuas Dodo,Pemkab Kapuas menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran MD-AHK dan LPT-IK yang telah bekerja keras, konsisten, dan penuh pengabdian dalam membina umat dan melestarikan budaya Dayak melalui ajaran Hindu Kaharingan.
Agama Hindu Kaharingan bukan sekadar agama, melainkan jati diri, akar budaya, dan sumber nilai luhur masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Kapuas. Ajaran tentang keseimbangan hidup, penghormatan kepada alam, leluhur, dan sesama manusia menjadi fondasi kuat dalam membangun masyarakat yang rukun, damai, dan beradab.
“Pemkab Kapuas sangat mengapresiasi Raker ini. MD-AHK dan LPT-IK telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam membina umat, menjaga kerukunan, dan melestarikan budaya. Ini adalah kekuatan besar bagi Kapuas,” ujar Wabup Dodo membacakan sambutan Bupati.
Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan kehidupan beragama di Kabupaten Kapuas secara adil dan merata, tanpa membeda-bedakan. Semua umat beragama memiliki hak yang sama untuk dibina, dilayani, dan difasilitasi dalam menjalankan ajaran agamanya.
Melalui Raker ini, Wabup Dodo berharap MD-AHK dan LPT-IK dapat menghasilkan program kerja yang nyata, terukur, dan menyentuh kebutuhan umat di lapangan. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi juga pada penguatan pembinaan umat, pendidikan keagamaan, pemberdayaan pemuda dan perempuan, serta pelestarian Tandak Intan Kaharingan sebagai warisan budaya yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Tandak Intan Kaharingan, kata dia, merupakan salah satu kekayaan budaya yang sangat berharga. Di dalamnya terkandung nilai-nilai spiritual, seni, bahasa, dan filosofi hidup masyarakat Dayak. Jika tidak dilestarikan secara sungguh-sungguh, kekayaan tersebut bisa tergerus oleh perubahan zaman.
Karena itu, peran LPT-IK sangat vital dalam mendokumentasikan, mengajarkan, mengembangkan, dan mempromosikan Tandak Intan Kaharingan agar tetap hidup di tengah masyarakat, baik melalui kegiatan keagamaan, pendidikan, maupun pentas budaya.
Sementara itu, Ketua Umum MB-AHK Pusat Palangka Raya Drs. Walter S. Penyang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kekompakan pengurus MD-AHK dan LPT-IK Kabupaten Kapuas. Ia menilai Kapuas sebagai salah satu daerah yang memiliki peran penting dalam perkembangan Agama Hindu Kaharingan di Kalimantan Tengah, baik dari sisi jumlah umat, kelembagaan, maupun kontribusi budaya.
Ia mengajak seluruh pengurus untuk menjadikan Raker sebagai momentum konsolidasi, evaluasi, dan perencanaan yang jujur. Setiap program yang dirumuskan harus berangkat dari kebutuhan nyata umat di kecamatan dan desa, bukan hanya dari keinginan pengurus di tingkat kabupaten.
Ketua LPT-IK Pusat Palangka Raya Parada LKDR,S.Ag., M.Si. juga menekankan pentingnya regenerasi dan kaderisasi. Menurutnya, masa depan Hindu Kaharingan ada di tangan generasi muda. Oleh karena itu, pembinaan kepada anak-anak dan remaja harus menjadi prioritas, agar mereka tidak hanya mengenal Tandak Intan Kaharingan sebagai warisan, tetapi juga bangga dan mau mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua MD-AHK Kabupaten Kapuas Sulatin, S.Pd. dalam laporannya menyampaikan bahwa Raker Tahun 2026 ini menjadi wadah untuk menyatukan visi, menyelaraskan program antara MD-AHK dan LPT-IK, serta memperkuat koordinasi dengan pengurus kecamatan. Ia berharap hasil Raker dapat menjadi pedoman kerja bersama selama satu tahun ke depan.
Senada dengan itu, Ketua LPT-IK Kabupaten Kapuas Untung,S.Pd., MA menegaskan kesiapan jajaran LPT-IK untuk terus mengembangkan Tandak Intan Kaharingan melalui pelatihan, pembinaan sanggar, dan kolaborasi dengan sekolah, sanggar seni, dan pemerintah daerah.
Kegiatan Raker juga diwarnai dengan dialog dan diskusi yang konstruktif antara pengurus kabupaten dan kecamatan. Berbagai masukan disampaikan, mulai dari kebutuhan pembinaan di wilayah pedalaman, keterbatasan sarana Balai Basarah di kecamatan, hingga perlunya dukungan anggaran dan fasilitasi dari pemerintah daerah.
Perwakilan Kemenag Kapuas, PHDI, DAD, FKUB, dan Damang Kepala Adat Kecamatan Selat yang hadir turut menyampaikan dukungan dan komitmen untuk terus bersinergi. Kerukunan antarumat beragama di Kapuas selama ini dinilai sangat baik, dan hal itu harus terus dijaga melalui komunikasi yang intens, saling menghormati, dan kerja sama dalam berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan.
Raker MD-AHK dan LPT-IK Kabupaten Kapuas Tahun 2026 ini diharapkan tidak hanya menghasilkan dokumen program kerja, tetapi juga menghasilkan semangat baru, komitmen baru, dan energi baru bagi seluruh pengurus dan umat Hindu Kaharingan di Kabupaten Kapuas.
Dengan dukungan pemerintah daerah, bimbingan dari Majelis Besar di tingkat provinsi, dan kekompakan pengurus hingga ke tingkat kecamatan, Pemkab Kapuas optimistis pembinaan umat Hindu Kaharingan dan pelestarian Tandak Intan Kaharingan akan semakin maju, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya Kabupaten Kapuas yang rukun, berbudaya, dan sejahtera ( Rubiadi.H.T )
