Buntok BarselOne,-Komitmen pemerintah pusat untuk memperluas dan memeratakan akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa kembali ditegaskan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Penegasan tersebut disampaikan Presiden dalam pidatonya pada Acara Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, beberapa waktu lalu.

Di hadapan ribuan kader dan tamu undangan, Presiden Prabowo menyatakan akan segera mengambil langkah konkret dengan menggelar Rapat Terbatas (Ratas) bersama jajaran menteri terkait untuk membahas roadmap pendidikan gratis di seluruh satuan pendidikan negeri.
Menurut Presiden, sudah saatnya negara hadir secara penuh untuk menjamin agar tidak ada lagi anak Indonesia yang putus sekolah atau tidak bisa melanjutkan kuliah hanya karena persoalan biaya.
“Saya sangat setuju. Saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis,” tegas Presiden Prabowo yang disambut tepuk tangan meriah para hadirin.
Pernyataan Presiden tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk dari dunia pendidikan dan legislatif di daerah.
Ketua STIE Dahani Dahanai Buntok, Kalimantan Tengah, yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan, Dr. H. Lisawanto, SE., M.E., http://M.AP., menilai kebijakan tersebut merupakan langkah revolusioner dan sangat sejalan dengan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa.
Lisawanto mengatakan, pendidikan adalah kunci utama dalam menyiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan Indonesia. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, generasi muda harus dibekali dengan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga membentuk karakter yang kuat.
“Generasi muda perlu dibekali pendidikan yang mampu membentuk manusia unggul, cerdas, inovatif, kreatif, dan mandiri. Generasi yang mencintai bangsa dan negaranya, generasi yang memiliki integritas pribadi yang kuat, karena mereka adalah pemilik masa depan Indonesia,” ujar Dr. Lisawanto saat dimintai tanggapannya, Senin (3/11/2026).
Lebih jauh, Doktor jebolan perguruan tinggi ternama tersebut menegaskan bahwa pendidikan berkualitas harus dapat diakses secara luas tanpa adanya diskriminasi. Ia menekankan, pendidikan adalah hak konstitusional setiap warga negara dan menjadi fondasi utama untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan zaman.
“Pendidikan berkualitas tidak boleh menjadi kemewahan. Tidak boleh hanya menjadi milik mereka yang lahir di kota-kota besar, atau keluarga yang mampu saja. Tidak boleh ada diskriminasi dalam pendidikan. Pendidikan adalah hak untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa,” tegasnya.
Lisawanto juga menyatakan dukungan penuh terhadap program-program terobosan pemerintah seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Transformasi yang digagas untuk menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu dan daerah terpencil.
Menurutnya, program tersebut adalah wujud nyata keberpihakan negara kepada rakyat kecil.
“Untuk itulah kita dukung Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda Transformasi. Kami ingin anak muda Indonesia tidak hanya menjadi penonton perubahan dunia, mereka harus menjadi pelakunya. Anak muda harus berdaya, muda, berdaya, dan mengubah Indonesia menjadi negara maju,” pungkasnya.
Ia berharap, komitmen Presiden Prabowo untuk menggratiskan biaya pendidikan negeri dapat segera direalisasikan melalui kebijakan yang terukur dan tepat sasaran, sehingga dapat dirasakan manfaatnya hingga ke pelosok daerah seperti di Kabupaten Barito Selatan ( Ary Mampas)


