Buntok BarselOne,-Balai Desa Parigi, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, pada Sabtu, 31 Oktober 2026, menjadi saksi hidup dari sebuah makna kepemimpinan yang sesungguhnya. Bukan di ruang rapat ber-AC, bukan di balik meja birokrasi, tetapi di tengah debu dan peluh warganya sendiri.

Bupati Barito Selatan, H. Eddy Raya Samsuri, S.T., hadir langsung di tengah-tengah warga Dusun Parigi, menyerahkan Bantuan Sosial dan menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Barsel 2026. Sebuah kehadiran yang menegaskan filosofi besar yang ia pegang teguh: “Leadership Is Presence – Kepemimpinan adalah kehadiran, bukan sekadar kebijakan di atas kertas.”
Didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Barito Selatan, Hj. Permana Sari, jajaran Kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, di antaranya Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Camat Dusun Selatan, Kepala Desa Kalahien, serta Kepala Dusun Parigi, Bupati Eddy Raya tidak hanya datang untuk seremoni simbolis. Ia datang, duduk bersama, mendengar keluh kesah, dan menyalami satu per satu warga Parigi dengan penuh kehangatan.
Suasana Balai Desa yang sederhana itu berubah menjadi haru. Warga yang sebagian besar adalah petani dan lansia, tampak tak menyangka pemimpin nomor satu di Barsel itu benar-benar datang menembus jarak ke desa mereka.
Dalam sambutannya yang membakar semangat, Bupati Eddy Raya menegaskan definisi pemimpin menurutnya.
“Leadership is presence. Kepemimpinan bukan tentang duduk di kursi empuk di kantor, menandatangani kertas. Kepemimpinan adalah hadir, melihat dengan mata sendiri, mendengar dengan telinga sendiri, merasakan denyut nadi rakyat,” tegas Bupati Eddy Raya di hadapan ratusan warga Dusun Parigi yang memadati balai desa.
Bupati melanjutkan, kebijakan ketahanan pangan yang digagas Pemkab Barsel tidak akan pernah berhasil jika hanya dirumuskan di ruang rapat. Kebijakan itu harus memiliki kaki, harus berjalan, dan harus diantarkan langsung ke tangan rakyat yang membutuhkan.
“Hari ini kami buktikan. CPPD dan Bansos ini kami antarkan langsung ke Parigi. Karena bagi saya, kebijakan tanpa kehadiran adalah omong kosong. Rakyat Parigi butuh bukti, bukan janji. Dan bukti itu adalah kami hadir hari ini,” ujar Bupati Eddy Raya yang langsung disambut tepuk tangan panjang dan haru dari warga.
Lebih dalam, Bupati Eddy Raya menjelaskan, penyaluran CPPD di Desa Parigi adalah bagian dari strategi besar Pemkab Barsel dalam menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman inflasi, gejolak harga bahan pokok, dan dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap mengancam Barito Selatan. Namun, lebih dari sekadar logistik pangan, ini adalah strategi menjaga modal sosial terbesar pemerintah: kepercayaan.
“Di Parigi hari ini, kita tidak hanya menjaga ketahanan pangan. Kita menjaga ketahanan kepercayaan. Ketika pemimpin hadir, rakyat percaya bahwa negara masih ada untuk mereka. Ketika negara hadir, rakyat tidak akan pernah merasa sendiri,” tegasnya.
Momen paling mengharukan terjadi saat penyaluran bantuan. Seorang warga, Nenek Sarianah (68), tak kuasa menahan tangis saat menerima beras langsung dari tangan Bupati. Dengan tangan gemetar, ia memegang paket bantuan itu erat-erat.
“Terima kasih Pak Bupati sudah datang ke Parigi. Kami merasa diperhatikan. Baru kali ini Bupati datang langsung ke balai kami, menyalami kami orang kecil,” ucapnya lirih sambil menyeka air mata.
Sementara itu, Kepala Desa Kalahien dan Kepala Dusun Parigi mengungkapkan rasa bangga dan terima kasihnya. Menurut mereka, kehadiran Bupati dan rombongan di Dusun Parigi merupakan impian yang menjadi kenyataan bagi masyarakat di wilayah paling ujung.
“Inilah pemimpin yang sesungguhnya. Bupati kami tidak hanya memerintah dari jauh, tapi hadir di tengah kami, duduk bersama kami. Ini yang membuat warga Parigi semakin cinta kepada Pemkab Barsel. Kami merasa menjadi bagian penting dari pembangunan,” ujarnya.
Program penyaluran CPPD dan Bansos di Parigi ini menjadi penegas arah pembangunan Barito Selatan di bawah kepemimpinan Eddy Raya Samsuri: pembangunan yang berpusat pada manusia, bukan hanya pada angka-angka APBD. Kolaborasi antara Dinsos dan DKPP yang sebelumnya sukses di Kelurahan Pendang, kini dilanjutkan dengan pendekatan yang lebih personal dan filosofis di Parigi.
Kehadiran Bupati secara langsung menjadi pesan kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Selatan tidak akan meninggalkan satu desa pun dalam upaya mewujudkan visi Barito Selatan yang sejahtera, berdaya saing, dan menjadi penyangga pangan dan energi Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dari Balai Desa Parigi yang sederhana, sebuah pelajaran besar tentang kepemimpinan telah diajarkan: bahwa rakyat tidak butuh pemimpin yang hanya terlihat di baliho, tetapi pemimpin yang terlihat di tengah-tengah mereka ( Ary Mampas)

