Kayumban BarselOne,- Kekayaan adat Dayak Dusun kembali menjadi perhatian melalui ritual tradisional Miwit Makan Bobo Pangantuhu Lawo Bawo di Desa Kayumban, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Barito Selatan, Selasa 20 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum menggali makna, filosofi, dan nilai luhur warisan leluhur yang masih dijaga masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Barito Selatan, Khristianto Yudha, S.T., M.M., bersama jajaran pemerintah daerah. Penghulu Adat Hindu Kaharingan Desa Kayumban,Kecak, bersama Kepala Desa Kayumban menjelaskan bahwa ritual ini memiliki kedudukan sakral dalam kehidupan adat Dayak Dusun, berkaitan erat dengan hubungan dengan Ranying Hatalla Langit, penghormatan leluhur, dan keseimbangan kehidupan.
Menurutnya, pemahaman ritual tidak bisa sembarangan dan harus berdasarkan penjelasan pemangku adat yang menguasai tata cara dan pakemnya. Peran Penghulu Adat menjadi kunci agar pengetahuan adat tidak terputus dan dapat diwariskan kepada generasi penerus di tengah arus modernisasi.
Keberlangsungan tradisi di Kayumban tidak lepas dari sinergi antara Penghulu Adat sebagai penjaga pengetahuan leluhur dan Pemerintah Desa sebagai pendukung kehidupan masyarakat. Kolaborasi keduanya penting agar pelestarian budaya melibatkan generasi muda, serta menjaga keseimbangan antara adat sakral dan pembangunan desa yang modern.
Kehadiran Wabup Khristianto Yudha menegaskan komitmen pemerintah daerah bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan identitas dan kearifan lokal. Kebersamaan tersebut diabadikan melalui foto bersama antara Wabup, jajaran pemda, Penghulu Adat, Kades, dan masyarakat sebagai simbol eratnya hubungan pemerintah dan masyarakat adat.
Desa Kayumban sebagai bagian dari Barito Selatan memiliki kekayaan adat yang menjadi kebanggaan. Pelestarian ritual Miwit Makan Bobo Pangantuhu Lawo Bawo membutuhkan kebersamaan semua pihak agar tetap hidup, didokumentasikan dengan menghormati pakem adat, dan diwariskan sebagai identitas Dayak Dusun. Dari Kayumban untuk Barito Selatan, dari pedalaman untuk Indonesia ( Ary Mampas)

