Buntok BarselOne,- Komitmen untuk tetap hadir di tengah keterbatasan anggaran dibuktikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Selatan. Di saat kebijakan efisiensi dan pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat menghantam banyak program infrastruktur daerah, Dinas PUPR Barsel justru menunjukkan aksi nyata yang cepat, tanggap, dan solutif.

Pada hari Sabtu, 17 Oktober 2026, Dinas PUPR Barsel bergerak cepat melakukan pemeliharaan dan penanganan darurat terhadap ruas jalan desa yang mengalami longsor berat atau yang oleh masyarakat setempat disebut sebagai rumbih, tepatnya di wilayah Desa Maruga, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan.
Kondisi di lapangan sangat memprihatinkan. Badan jalan dilaporkan mengalami longsor cukup dalam dan hampir putus total. Jika dibiarkan, bukan hanya Desa Maruga yang akan terdampak, tetapi juga akan memutus akses vital bagi tiga desa tetangganya.
Jalan tersebut diketahui merupakan satu-satunya akses vital penghubung empat desa sekaligus, yakni Desa Maruga, Desa Gunung Rantau, Desa Panarukan, dan Desa Marawan Lama. Jalan ini menjadi urat nadi utama bagi aktivitas perekonomian warga, pengangkutan hasil perkebunan dan pertanian, akses pendidikan bagi anak-anak sekolah, hingga akses layanan kesehatan darurat. Lumpuhnya jalan ini berarti lumpuhnya kehidupan sosial dan ekonomi ribuan warga.
Terkendala Efisiensi Pusat, PUPR Cari Terobosan Lewat UPTD Sangu
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Barito Selatan, Dr. Ita Minarni, ST., MT., saat dikonfirmasi Wartawan, menjelaskan duduk persoalan sebenarnya. Menurutnya, penanganan jalan penghubung Maruga tersebut sejatinya telah diprogramkan dan telah masuk secara resmi ke dalam daftar anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan Kabupaten Barito Selatan Tahun Anggaran 2026.
Namun, rencana yang sudah matang tersebut harus menghadapi realita kebijakan nasional. Adanya kebijakan efisiensi besar-besaran dan pemangkasan anggaran transfer dari pemerintah pusat ke daerah membuat banyak program, termasuk pemeliharaan jalan di Maruga, menjadi terkendala dan tidak bisa dieksekusi sesuai jadwal.
“Jalan itu sudah kami masukkan ke anggaran 2026. Tetapi anggaran dari pusat tidak ada ditransfer, bahkan dipangkas karena efisiensi. Itu kondisi yang kami hadapi,” ungkap Dr. Ita Minarni dengan jujur.
Meski demikian, sebagai pimpinan yang memiliki tanggung jawab moral terhadap masyarakat, ia tidak mau berdiam diri dan menunggu anggaran yang tidak pasti. Ia bersama jajarannya memutar otak, mencari segala cara dan solusi agar jalan masyarakat tetap bisa tertangani.
“Maka dengan berusaha semaksimal mungkin mencari dana, bisa dicari solusi dengan UPTD PUPR Sangu, mencari anggaran untuk pembelian BBM unit alat berat. Syukur Alhamdulillah bisa kita kerjakan,” ucapnya.
Sebuah langkah kreatif dan penuh pengorbanan di tengah keterbatasan. Berbekal anggaran untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berhasil dihimpun melalui UPTD PUPR Sangu, Dinas PUPR akhirnya bisa menggerakkan alat berat menuju lokasi bencana.
Sebagai bentuk penanganan darurat, Dinas PUPR Barsel kemudian mengambil langkah cepat dengan menurunkan 1 (satu) buah unit excavator untuk melakukan pemulihan badan jalan. Excavator tersebut bekerja melakukan pengerukan material longsoran, penimbunan kembali, pemadatan dan pelebaran badan jalan yang hampir terputus, sehingga akses antar desa yang sempat lumpuh kini kembali terbuka dan bisa dilalui kendaraan.
Warga Acungkan Jempol, Kades menjelaskan bahwa inilah Bukti Pemerintah Hadir,
Kehadiran alat berat excavator milik PUPR di Desa Maruga sontak disambut dengan antusiasme yang sangat tinggi oleh warga. Ratusan warga tampak berkumpul di lokasi pekerjaan dengan wajah penuh kegembiraan. Pemandangan mengharukan terlihat saat warga, termasuk Kepala Desa dan Ketua BPD, berfoto bersama di depan alat berat dengan mengacungkan jempol. Jempol itu bukan sekadar pose, melainkan simbol kepuasan, kebahagiaan, dan rasa terima kasih yang mendalam karena jalan yang menjadi tumpuan hidup mereka kini kembali bisa dilalui.
Apresiasi setinggi-tingginya pun disampaikan oleh Pemerintah Desa Maruga. Kepala Desa Maruga, Erekto, bersama Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Maruga, Hartoni, secara terbuka menyambut baik dan menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Selatan.
Ucapan terima kasih khusus mereka tujukan kepada Bupati dan Wakil Bupati Barito Selatan yang telah menunjukkan kepedulian terhadap desa-desa terpencil, serta terkhusus kepada Dinas PUPR Kabupaten Barito Selatan yang dipimpin oleh Dr. Ita Minarni, ST., MT., yang telah merespons keluhan warga dengan begitu cepat dan penuh empati.
“Kami atas nama seluruh warga Desa Maruga mengucapkan terima kasih banyak. Jalan ini urat nadi kami. Nadi perekonomian, nadi pendidikan, nadi kehidupan kami. Berkat dukungan dan bantuan perbaikan jalan ini, sekarang jalan sudah baik dan bisa dilalui kembali. Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk desa kami, pemerintah mendengar jeritan kami,” pungkas Erekto dan Hartoni dalam pernyataan bersama.
Kini, setelah perbaikan darurat tersebut selesai, arus transportasi antar empat desa di Kecamatan Dusun Utara kembali lancar. Warga berharap, ke depan, jalan vital tersebut bisa mendapatkan penanganan permanen melalui pengaspalan atau pengcoran agar tidak kembali longsor saat musim penghujan tiba.
Aksi gerak cepat Dinas PUPR Barsel ini menjadi contoh bahwa dengan niat baik, inovasi, dan kerja dengan hati, keterbatasan anggaran bukanlah alasan untuk tidak melayani masyarakat ( Ary Mampas)

