“Hanya 5 Jam, Gereja Tampak Megah Kembali”
Buntok BarselOne,– Semangat kebersamaan kembali terlihat di Desa Madara, Kecamatan Dusun Selatan. Paduan Suara Bapak-Bapak Gereja Kalimantan Evangelis / GKE Buntok menggelar aksi sosial gotong royong pengecatan Gereja Binyai Jari, Minggu 9 Agustus 2026.



Kegiatan yang dimulai sejak pagi itu dipimpin langsung oleh Suryatmoko selaku Ketua Paduan Suara Bapak-Bapak GKE Buntok. Dengan semangat bahu-membahu, para bapak-bapak bersama jemaat setempat hanya dalam waktu 5 jam berhasil merampungkan pengecatan bagian luar dan dalam gedung gereja.
“Hari ini kami dari Paduan Suara Bapak-Bapak GKE Buntok ingin berbagi tenaga untuk rumah Tuhan. Puji Tuhan, dalam 5 jam gereja ini sudah terlihat lebih megah dan layak untuk ibadah,” ujar Suryatmoko di sela kegiatan.


Gereja Dibangun Sejak 2016
Penatua Gereja Binyai Jari Desa Madara RT 3, Memoris Fajar Kamseno, menyampaikan apresiasi atas kepedulian rombongan dari Buntok.
Menurutnya, Gereja Binyai Jari dibangun sejak tahun 2016. Dana pembangunannya berasal dari berbagai sumber, mulai dari hibah Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, Dana Desa / ADD, swadaya jemaat, bantuan anggota DPRD, hingga hibah dari Pemkab Barsel.
“Gereja ini milik kita bersama. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak-Bapak GKE Buntok yang jauh-jauh datang membantu. Ini bentuk kasih yang nyata,” kata Memoris Fajar.
Di tempat yang sama, Pendeta Gerson yang pada saat itu bertugas memimpin ibadah juga memberikan dukungan penuh terhadap aksi sosial tersebut. Ia menilai kekompakan yang ditunjukkan jemaat dan Paduan Suara Bapak-Bapak GKE Buntok menjadi teladan dalam melayani.
“Kami sangat mendukung kegiatan gotong royong ini. Ketika jemaat kompak dan bahu membahu, pekerjaan berat pun menjadi ringan. Semoga semangat ini terus dijaga untuk kemuliaan nama Tuhan,” ungkap Pendeta Gerson.
Aksi sosial ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan tidak hanya dilakukan di atas mimbar, tetapi juga melalui karya nyata untuk merawat rumah ibadah agar semakin nyaman digunakan jemaat dalam beribadah ( Ary Mampas)

