Buntok BarselOne,- Kekecewaan mendalam dirasakan masyarakat Desa Sungai Jaya, Desa Mahajandau, dan Kelurahan Mengkatip, Kecamatan Dusun Hilir, Barito Selatan. Pasalnya, hingga kini akses jalan darat yang menghubungkan Mengkatip – Mahajandau – Sungai Jaya tak kunjung tembus.

Kondisi itu membuat sebagian warga mewacanakan ingin bergabung dengan Kabupaten Kuala Kapuas. Mereka menilai Pemkab Barito Selatan tidak adil dalam pembangunan, khususnya infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
“Sudah sekian tahun kami berharap jalan tembus, tapi tidak ada realisasinya. Jangan salahkan masyarakat kalau minta bergabung dengan Kabupaten Kuala Kapuas,” tegas Ir. Endeh S. Hidik kepada BarselOne, Selasa (5 Mei 2026).
Endeh yang merupakan putra asli Mengkatip menyebut, sangat ironis Kecamatan Dusun Hilir sebagai kecamatan tertua di Barsel sejak 1959 justru tertinggal. “Mengkatip ini ibukota kecamatan tertua, tapi jalan saja belum tembus. Sementara kecamatan lain sudah maju,” ujarnya.
Menurut warga, terisolasinya jalan darat membuat aktivitas ekonomi dan pelayanan publik terhambat. Warga harus memutar lewat sungai atau menembus wilayah Kapuas jika ingin ke Buntok saat musim tertentu.
“Kalau musim hujan, jalan lumpur. Kalau kemarau, debu. Mau bawa orang sakit ke Buntok susah. Anak sekolah juga kasihan. Padahal kami ini bagian dari Barsel, tapi seperti dianaktirikan,” keluh Rahman (54), warga Mengkatip.
Hingga kini, ruas jalan Mengkatip – Mahajandau – Sungai Jaya belum tersambung sepenuhnya. Beberapa titik masih berupa jalan tanah yang sulit dilalui, terutama kendaraan roda empat.
Menanggapi aspirasi warga, Ir.Endeh berharap anggota DPRD Barsel Dapil Dusun Hilir bisa membawa persoalan ini ke rapat DPRD. “Mereka pahami kekecewaan warga. Jalan itu memang sudah lama diusulkan. Diharapkan dapat mendorong ke Pemkab agar masuk prioritas di APBD 2027. Soal wacana pindah kabupaten, itu hak menyampaikan pendapat, tapi mekanismenya panjang dan harus lewat Kemendagri,” katanya.
Sementara itu masalah ini belum di konfirmasi dengan Kepala Dinas PUPR Barsel dengan keterangan resminya.
Warga berharap Pemkab Barsel lebih adil dalam pemerataan pembangunan. “Kami tidak minta muluk-muluk. Cukup jalan tembus saja dulu biar tidak terisolasi. Kalau terus begini, wajar kalau warga melirik ke Kapuas yang aksesnya lebih dekat,” pungkas Endeh ( Ary Mampas)
